menunggu dan malu


sedikit berbagi, begitu berarti…

menunggu-malu

illustrasi (fabquote.com)

Menunggu itu tidak melulu harus diam termangu dan terpaku dalam balutan ragu yang menggebu tanpa melakukan apapun yang mendorong kita untuk bergerak maju karena telah terperangkap dan terbelenggu dalam penjara pilu.

Janganlah menambah beban malu yang ada pada dirimu, mulailah melaju dengan perlahan dan tanpa ragu, tengoklah sesekali ke belakangmu agar tidak jatuh dalam sembilu masa lalu yang penuh debu.

Jikalau dirimu suka bersembunyi dalam mewahnya kain beludru. Maka aku jamin, kamu akan tersipu dan tahu bahwa dirimu telah tertipu oleh nafsu palsu.

Menunggu dan malu itu dua hal yang sedikit terikat satu sama lain. Jika kamu sedang atau hendak menunggu, siapa atau apapun yang kamu tunggu tersebut tidak kunjung datang. Maka malu akan melekat pada dirinya. Begitu juga sebaliknya jika kamu membuat siapa/apapun menunggu, bersiap-siaplah untuk malu. Kecewa sudah tentu, malu apalagi. Itupun jika masih ada kemaluan dalam dirimu.

#nasehatiku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s