stroberi dan semangka


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (fruitsinfo.com)

Sehabis dzuhur di bawah pohon randu

“kaa…aku cantik tidak?” tanya stroberi pada semangka.

“hmm..kamu mau aku jujur atau tidak?” terdengar sedikit ketus dari bibir semangka.

“aku mau kamu jujur ka…!” sergah stroberi.

“ohh…kamu itu jelek tahu..!!” tegas semangka.

Stroberi terlihat sedikit kikuk dan kecewa dengan pernyataaan orang yang ia sayangi, sembari menangis ia berlari menjauhi semangka seraya berteriak: “Kamuuu jahaaat kaa…!!”.

Stroberi pun pergi bersama bayangannya, entah dia akan kembali atau tidak. “Dasar anak keciil…”lirih semangka dalam hati. Semangka pun meneruskan kembali kerjaannya sebagai pelukis amatiran.

**

3 bulan yang lalu di desa lontara

Dengan badannya yang tambun, sepertinya tidak ada pekerjaan yang cocok dengan semangka. Namun tidak sedikitpun ia berkeluh kesah terhadap hidupnya, karena semenjak kecil ia sudah menjadi yatim piatu. Ia terbiasa dengan kehidupan yang keras.

Bakat melukis ini sepertinya tertular dari almarhumah ibunya, tidak ada yang istimewa pada lukisannya bahkan terkesan jauh dari sempurna hanya saja setiap hasil lukisannya dihasilkan dengan curahan perasaan dan segenap jiwa yang dimilikinya. Sehingga pernah ada seorang kurator dari sebuah museum terkemuka, tertarik untuk memboyong lukisan pertama semangka. Lukisan itu tentang ibu yang digambarkan dengan goresan-goresan warna yang abstrak.

illustrasi (gethealthinformations.com)

Sejak saat itu, semangka merasa ia cocok dengan profesi pelukis ini. Bukan karena lukisannya berhasil dijual beberapa ratus juta, tapi karena akhirnya ada yang menghargai karya lukisannya selain stroberi. Toh, semangka masih saja hidup sederhana di sebuah desa lontara. Hasil penjualan lukisannya lebih ia pergunakan untuk membantu orang-orangnya di desanya sendiri.

Dengan hasil didikan dari hidupnya yang keraslah, ia mempunyai sifat yang keras pula. Terkesan dingin, begitu pun pada stroberi sang tambatan hati. Ia bertemu dengan stroberi ketika ia pertama kali melukis di bawah pohon randu dengan hamparan sawah yang menghijau. Stroberi yang saat itu mengantar nasi buat bapaknya yang sedang bertani, secara tidak sengaja melihat sosok semangka.

Entah siapa yang mulai, terjadilah perbincangan antara mereka. Walaupun lebih dominan stroberi, karena semangka lebih memilih untuk diam dan bersikap sok sinis.

“lukisanmu seperti mempunyai jiwa yah…” sahut stroberi.

“beneran, aku tidak bercanda…walaupun aku tidak mengerti tentang lukisan, tapi aku merasakan jiwa pada lukisan itu” timpal stroberi.

“sepertinya kamu berbakat melukis yah..”

“kenalkan namaku stroberi..kamu siapa?”

“aku semangka..” dengan tetap fokus pada lukisannya.

“tidak mengerti lukisannya saja, berani mengomentari…”lirih semangka dalam hati.

Ini pertama kali semangka bertemu dengan stroberi, akhirnya setiap stroberi mengantarkan nasi buat bapaknya yang disawah. Hubungan mereka pun semakin akrab. Dan Ini pula yang menjadi dorongan semangka untuk terus berkarya dengan lukisannya.

**

Siang hari di teras rumah stroberi

“sudahlah..kamunya lembut dan dianya keraas..”

“hmm..cocok kan, daripada dia ikut-ikutan lembut..kamu mau dia jadi lembut seperti nangka busuk” Jeruk menasehati stroberi sahabatnya,

Stroberi menggelengkan kepalanya. “Padahal aku sudah berdandan rapi untuknya, tapi kenapa aku tidak dihargai malah disebut jelek pula” sahut stroberi.

“aku tahu kok, aku juga sedikit tambun…mungkin ia selama ini hanya menganggapku teman biasa saja” wajahnya kembali murung seperti buah yang benyek.

“kaliankan sudah kenal dan dekat lumayan lama, harusnya kamu juga memaklumi sikap semangka” jelas jeruk berbicara dengan gaya sok bijak.

“Seperti anak kecil saja..ayoo lebih baik kita teruskan ngrujaknya.”

Stroberi pun mengangguk lemah.

**

Senja hari, dibawah pohon randu

Sedang asyik melukis semangka, tiba-tiba semangka dikagetkan dengan kehadiran stroberi dibelakangnya. Dengan langkah tersipu malu, stroberi mulai mendekati semangka.

“hmm..ka, maafin aku yah tentang kemarin” sembari menundukkan kepala ia berkata dengan canggung.

“kemarin..? ada apa dengan kemarin” dengan gaya sok tidak peduli semangka membalasnya.

“huuuh…dasaar, kamu jahaat” teriak stroberi dalam hati.

“aku minta maaf, atas sikapku kemarin yang langsung pergi begitu saja…aku tahu aku ini tidak cantik tambun pula..” perkataan yang sepertinya perih untuk diungkapkan.

“kamu benar…aku memang jelek”

Semangka lalu menghentikan kegiatan melukiskannya, dan langsung menghampiri stroberi.

“yaah..ternyata kamu sadar juga bahwa kamu jelek” tukas semangka.

“deeegh…” seperti disengat lebah, stroberi kembali kecewa menelan kenyataan yang begitu pahit. Orang yang ia sayangi berkata seperti itu. Tak terasa ada bulir air mata menetes dari pipi stroberi. Tapi kali ini ia diam saja, tidak berlari seperti kemarin.

illustrasi (thedivinemissmommy.com)

Semangka memeluk stroberi dengan hangat dan membisikkan sesuatu, “kamu ini jelek..jelita dan molek….”

“lebih dari ungkapan cantik menurutku, aku suka kamu apa adanya…”

“maaf..karena sifat kasarku, maukah kamu menjadi tambatan hatiku tuk selamanya….” lirih semangka masih memeluk stroberi.

“deeegh…” kembali seperti disengat rasanya, tapi kali ini bukan lebah melainkan jutaan voltase listrik cinta yang menyengatnya.

Stroberi tak mampu berkata-kata, senja ini benar-benar sangat indah sekali penuh kehangatan. Tangis yang berubah menjadi bahagia dan momen yang tak akan pernah mereka lupakan. Pelukan yang kurang dari lima menit, terasa bagai satu jam. Lama sekali, penuh syahdu.

Ternyata cinta tak perlu kata, hanya tindakan nyata. Itulah yang stroberi alami.

**

Lagi-lagi cerita yang tidak begitu jelas dan aneh, tapi biarlah semoga saja ada manfaatnya buat yang sekedar melirik tulisan ini. Baca juga cerita aneh yang lainnya: yogja kelabu.

Advertisements

4 thoughts on “stroberi dan semangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s