sikecil guntur


sedikit berbagi, begitu berati…

Saia akan mencoba kembali cerita pendek yang sangat pendek dan tidak jelas, semoga bermanfaat buat yang tidak membacanya. Nah lho.

illustrasi (billpeet.net)

Dalam dunia per-gajahan, adalah hal yang cukup absurd jikalau gajah terlahir kecil alias tidak besar dan tidak normal seperti biasanya. Namun itulah yang terjadi pada masa sebelum gajah seperti terlihat sekarang ini, berbadan besar dan mempunyai belalai raksasa yang dilengkapi juga oleh ‘gading yang tak retak’. Malam itu, tepatnya malam yang sangat kacau balau akibat hujan super lebat dan angin topan dahsyat melanda sebuah kampung nun jauh ditanah aferika. Gemuruh petir kian menjadi, seperti dunia akan menemui akhirnya.

Disatu gubuk rumbai, terlihat pula kecemasan dan kekhawatiran pada gajah yang hendak melahirkan. Dengan nafas tersengal seakan berlomba dengan kencangnya angin topan yang bertiup dan sesekali berteriak lantang mengalahkan suara petir yang menggelegar. Gajah betina berusaha keras melahirkan sendiri, tanpa ada siapapun disekitarnya. Entah keringat atau air hujan yang membasahi sekujur badan si gajah betina, semua terasa sangat-sangat menyakitkan. Proses melahirkan yang jauh diluar akal gajah.

Siti, nama gajah betina itu. Ia sebatang kara, setelah suami tercinta meninggal karena sakit. Ia tinggal di gubuk peninggalan suaminya, dan tidak ada seorangpun kerabat yang tersisa karena dulu pernah terjadi kebakaran hutan hebat yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Siti pun memutuskan untuk hijrah ke tempat yang lebih layak. Berbadan dua, tidak menyurutkan siti dalam bekerja keras justru ia begitu mencintai si jabang bayi yang ada dalam kandungannya. Waktu demi waktu pun berlalu, dan kini sudah waktunya si jabang bayi keluar dari persembunyiannya.

Siti berteriak kembali, sekuat-kuatnya. Bersamaan dengan suara petir, akhirnya sang bayi pun lahir dengan selamat. Bayi itu sangat mungil dan lucu, senyumnya mampu memberikan kekuatan kembali pada siti untuk kemudian menyusui dan merawatnya hingga kini. Selang 13tahun berlalu, bayi itu sudah menjadi gajah yang sedang beranjak dewasa. Ia dipanggil guntur, ibunya yang sudah tua renta masih ikhlas merawatnya. Namun ada satu kekurangan guntur, yaitu ukurannya yang hanya sebesar ayam jantan. Siti, sang ibu pun tadinya cukup heran kenapa anaknya tidak kunjung tumbuh juga. Namun semua itu ia ikhlaskan, yang penting anaknya sehat.

illustrasi (attackofthecute.com)

Guntur sedikitpun tidak mengeluhkan kondisi fisiknya yang kecil, toh tetap saja ia dapat mengangkat balok kayu seperti gajah yang lainnya. Ia betul-betul menyayangi ibu semata wayangnya. Ia rajin bekerja keras demi menjadi tulang punggung. Hingga suatu saat ia memutuskan untuk pergi merantau ke luar kampungnya, ibu siti sedikit kaget dengan keputusan anaknya tapi kemudian ia pun mengikhlaskan kepergian guntur untuk merantau.

Tahun demi tahun berlalu, belum ada kabar anaknya akan pulang. Ceritanya ini pun masih tetap menggantung, kisahnya akan diselesaikan oleh kawan-kawan sendiri. Apakah guntur akan sukses dan menjadi gajah ‘normal’ lainnya lalu kemudian kembali ke kampung untuk menemui ibunya tercinta. Atau guntur kehilangan ‘kegajahannya’ yang setelah sukses, ia melupakan ibunya. Atau jangan-jangan malah guntur tidak berhasil sama sekali dengan perantauannya hingga akhirnya pun mati karena terinjak gajah lainnya.

Cerita ini memang tidak jelas, sama sepeti tidak jelasnya saia ketika menulis di sela-sela jam kerja. Namun, pada akhirnya saia berharap mungkin ada secuil manfaat atau hikmah yang dapat diambil. Biar semangat, mari kita bilaang ‘mbeeeeek’….

Advertisements

One thought on “sikecil guntur

  1. Pingback: kuburan gila « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s