nek surti..seekor semut


sedikit berbagi, begitu berarti…

Ini tulisan kedua setelah saia ‘amnesia’ dikit…cerita pendek yang benar-benar pendek tentang seekor semut yang berjuang untuk mencari nafkah demi menghidupi cucunya tercinta.

illustrasi (themetapicture.com)

Alkisah ada seekor semut, nano nama semutnya. Dia tinggal hanya bersama neneknya, bapaknya pergi entah kemana setelah sang istri tercinta meninggal karena ‘kecelakaan’ akibat terinjak oleh seorang anak kecil. Bapaknya menjadi syok lalu pergi meninggalkan rumah dan tak kunjung kembali. Hanya nenek surti saja yang merawat dan membesarkan nano dengan penuh kasih sayang.

Tapi, sayangnya nano tidak demikian. Kasih sayang yang dengan ikhlas dicurahkan sang nenek tercinta ia balas selalu dengan caci-maki dan sikap tidak menerima hidup yang menimpa keluarganya. Nek surti selalu mengorbankan segalanya demi cucu satu-satunya, ia rela menjadi kuli mencuci di usia yang senja ini, atau kadang ikut sebagai kuli remahan makanan dari sisa-sisa manusia. Uang yang ia terima selalu ia prioritaskan untuk nano, sang cucu tercinta.

Nek surti selalu menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk tabungan cucunya jika suatu saat ia meninggal dunia. Ia menyisihkan tepat didalam tanah, dibelakang gubuk tuanya. Hari demi hari, cacian, makian dari sang cucu tidak menyurutkan pengorbanannya. Mungkin semua akibat dari salah pergaulan yang menjerat hidup nano, tiap malam nano selalu mabuk entah uangnya darimana ia dapatkan. Mabuk di malam hari, tidur sepanjang hari. Kemudian hanya bangun, ketika perutnya meronta kelaparan sembari memarahi neneknya karena hanya menyajikan lauk ala kadarnya.

Pernah sesekali Nek surti dipukul atau didorong hingga terjatuh. Tapi dengan tabah Nek surti selalu tersenyum, dibalik ketegarannya ia selalu bermunajat agar cucunya kelak diberikan hidayah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Menjelang akhir hayat Nek surti, sang cucu malah tidak ada ditempat. Entah mabuk dimana lagi, hanya ada tetangga yang iba dan ikhlas menolong. Nek surti meninggal dengan tenang. Tak lama, sang cucu datang melihat suasana rumah sepi, ia pun berteriak-teriak dengan kasar memanggil neneknya. Setelah ia tahu bahwa neneknya sudah tiada, kira-kira apa reaksinya? Lalu bagaimana dengan uang ‘warisan’ hasil tabungan Nek surti?

illustrasi (truenorthinsights.com)

Silakan dilanjut sendiri apa akhir dari cerita pendek tersebut, apakah nano akan menyesali semua perbuatannya sampai akhirnya hidayah itupun menghampiri hidupnya atau nano akan bersikap biasa-biasa saja dan kembali pada kebiasannya yang dulu dengan menghabiskan uang ‘warisan’ yang tidak sengaja ia temukan dibelakang gubuknya.

Itulah cerita pendek yang mungkin tidak jelas, diambil dari berbagai sumber yang pernah saia lihat ataupun baca. Kita mau menjadi semut seperti apa dan bagaimana, itu semua pilihan. Namun, jangan pernah menyesalinya kelak.

Advertisements

9 thoughts on “nek surti..seekor semut

  1. Pingback: kuburan gila « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s