menulis (lagi)…?


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (alwayslauren.wordpress.com)

Hey…,sudah lama sekali saia tidak melakukan ini. Hampir sewindu atau satu dasawarsa yah kira-kira saia mulai mengurangi sedikit kebiasaan untuk menulis. Tunggu sebentar, saia akan mencari kambing hitam untuk alasan yang baik sehingga saia terkesan bukanlah seorang pemalas atau seorang yang mudah terbawa arus suasana. Tapi nyatanya, saia sendiri tidak tahu apa hubungannya antara kambing hitam dengan kevakuman dalam menulis. Loh, yang mau dibahas kambing hitam atau kambing saia sih? Jujur sekali lagi, saia sama sekali tidak mempunyai kambing! Mau yang hitam atau putih, jelas-jelas itu bukan kambing punya saia. Apalagi menjelang kurban sekarang ini, dari kambing yang ‘putih’, ‘abu-abu’ sampai hitam mudah sekali diperjualbelikan dengan dalih berkurban. Trus, saia harus bilang ‘mbeeek’ gitu.

Sepertinya sudah mulai melenceng dari arah pembahasan yang semestinya. Saia hanya sedikit menjabarkan tentang beberapa kemungkinan seseorang itu vakum dalam menulis lagi, tapi tentunya bukan dari saia sebagai obyeknya. Beda antara menulis ketika tidak ada ‘kerjaan’ atau menulis yang dijadikan sebuah hobi bukan profesi. Beda pula dorongan ketika menulis karena seseorang, sesuatu atau menulis karena diri sendiri entah itu berupa mood yang naik turun ataupun inspirasi yang tak kunjung datang.

Menulis ketika tidak ada ‘kerjaan’

Ini pertama kali yang saia lakukan ketika berkenalan dengan dunia blog. Entah itu jujur atau tidak, tetapi saia terkesan ‘memaksa’ dalam menulis. Mungkin kerjaan saia dapat dikatakan ‘bebas’ menurut sebagian orang, sehingga pada waktu itu saia memutuskan untuk terjun ke bidang tulis-menulis. Namun, seiring berjalannya waktu, kerjaan itu pun datang dengan gaya anarkisnya. Dapat ditebak akhirnya kegiatan menulis menjadi prioritas ke-…?

Menulis sebuah hobi bukan profesi

illustrasi (chronicle.com)

Segala sesuatu memang harus dipaksakan pada awalnya, setidaknya itu kata teman saia. Seseorang yang memang hobi untuk menulis, dia akan berusaha keras untuk menyalurkan hobinya tersebut. Contohnya ia akan menghasilkan beberapa tulisan dalam satu hari tanpa peduli isi tentang tulisan itu bagus atau tidak, penting atau tidak. Minimal dia telah menyalurkan hasratnya yang terpendam dan dia merasa senang, yang kemudian di masa depan ada yang berlanjut ke profesi seorang penulis. Dengan bantuan ilmu dan etika dalam menulis serta berani untuk mengembangkan ‘bakat’ menulis lebih dalam, sepertinya profesi penulis pun akan mudah diraih. Saia sendiri tidak terlalu hobi menulis, hanya senang dengan ketidakjelasan aksara dan ambiguitas kata sehingga menimbulkan sedikit kontradiksi dalam pikiran seseorang. Bingung? Tuh kan…

Menulis karena seseorang atau sesuatu maupun diri sendiri

Kegiatan menulis seperti ini akan berakhir ketika seseorang atau sesuatu itu sudah kita capai. Biasanya kita akan mudah terlena ketika semua impian atau cita-cita kita tercapai, padahal menurut sebagian orang mempertahankan itu lebih sulit ketimbang memperolehnya. Jadi kira-kira apa yang harus dilakukan, daripada kita menyalahkan mood atau inspirasi yang memang tidak dapat dipungkiri menjadi bagian vital ketika akan memulai sebuah tulisan. Tapi semuanya tidak untuk dipersalahkan begitu saja, kembali hal dasar bahwa sebenarnya apa tujuan kita menulis, apa yang kita dapat dari menulis, itu saja dulu baru kemudian cari ‘kambing hitam’ yang lain.

Mungkin itulah beberapa kemungkinan tentang kevakuman seseorang dalam menulis, saia sendiri tidak tahu pasti korelasi antara menulis dengan ‘kambing hitam’. Yang satu tahu kambing akan terus bilang ‘mbeeek’ meskipun telah kenyang dengan sejuta rumput, mau malam mau siang tidak peduli kecuali kambing itu malas dan gagu. Jadi, buat para blogger yang mentook inspirasi ayoo bareng-bareng bilang ‘mbeeeeek’.

nb:
sst..jangan bilang-bilang kalau selama ini saia menulis pada waktu jam kerja yaah..okeh.

Advertisements

13 thoughts on “menulis (lagi)…?

  1. hahaaaaaaaaaa, mbek mbek itu wanita. eh salah yaah. itu mbak namanya..
    Karena saya hanya ingin menulis apa yang terlintas di pikiran. Mungkin beberapa untuk kondisi bersama, tapi ada juga yang hanya untuk melampiaskan umpatan yang tertahan. Yap umpatan yang tertahan, karena yang menulis masih mempunyai malu. Entahlah malu dengan Tuhannya atau sesamanya. Yang jelas tulisan adalah salah satu bentuk expresi saya….

    😀

  2. Pingback: sikecil guntur « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s