indonesia tanpa rokok


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (cigarettesflavours.com)

Apa jadinya Indonesia tanpa rokok? atau rokok tanpa Indonesia?

Akankah banyak penggangguran terjadi, atau demo besar-besaran dari para petani dan pengusaha tembakau. Yang berefek pada melemahnya pendapatan yang diterima oleh Negara kita.

Atau

Akankah banyak orang yang bernafas lega tanpa takut menutup hidungnya didepan umum, atau semakin sehat dan kuatnya fisik orang-orang Indonesia ketika olimpiade kehidupan berlangsung. Yang berefek pada menguatnya pendapatan yang diterima oleh Negara kita.

Aah..sudah

Biarkan persoalan-persoalan seperti itu diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin kita. Lalu, apa kita sendiri diam saja? Tentu tidak, karena setiap diri kita sendiri merupakan pemimpin bagi kehidupan masing-masing. Wujud atau langkah nyata apa yang harus kita lalukan? Saia sendiri tidak tahu pasti, angin yang berhembus kencang suatu saat akan berhenti. Kemarau yang panjang, suatu waktu akan turun hujan. Tumbuhan yang bagus pun akan layu dimakan zaman. Pohon besar pun akan lapuk oleh usia dan sekumpulan rayap.

Dengarkan

Rokok itu bukanlah buah simalakama, juga bukan buah durian atau sayur asem. Rokok itu yah rokok, ibaratnya seperti mengupil atau kentut di tempat umum. Ada yang pro ada juga yang kontra, sebagian tersenyum dan sebagian lain mencibir. Ada yang mendapat manfaat, ada juga yang tidak mendapat manfaat sedikitpun.

Nah..

Akhir-akhir ini, dikampung saia. Maksudnya daerah tempat tinggal saia, anak-anak dibawah umur saja sudah kenal dan akrab dengan beberapa merk rokok ternama yang ada di Indonesia. Bukan untuk menghisap ataupun menikmati setiap kepulan asapnya. Karena selama masih dalam pengawasan orang tua atau orang yang dituakan, mereka tidak akan berani melakukannya. Padahal, ironisnya mereka mencontoh dari lingkungan keluarga masing-masing. Bungkus-bungkus bekas rokok ini mereka jadikan alat permainan, yang saia tahu ini baru di tingkat SD (Sekolah Dasar). Mereka dengan fasih mengucap beberapa merk rokok, cara permainannya pun cukup sederhana ada yang langsung saling ditepok saja antar satu pemain dengan pemain lain melalui gambar yang telah disetujui (entah itu ekor atau kepala) yang muncul, maka pemain berhak dapat jatah satu bungkus rokok. Atau ada juga yang merapihkan bungkus rokok itu dalam bentuk barisan berdiri, lalu dari jarak tertentu setiap pemain menyentil bungkus rokok ‘jagoannya’ untuk merobohkan barisan bungkus rokok tersebut. Jika berhasil, semua kartu akan sontak ditarik oleh salahsatu pemain. Menyenangkan lho.

Miris sekali, anak-anak kecil disekitar saia sudah mengenal bahkan ‘menghisap’ secara tidak langsung karena dari bungkusnya saja masih tercium aroma pekat si tembakau. Kadang bungkus rokok hasil permainan tersebut malah diperjualbelikan, dasar anak-anak. Tetapi saia pun menikmati hasilnya lho. Maksudnya kadang tertawa terpingkal melihat kelakuan anak-anak yang sedang bermain. Ada yang sampai menangis malah, berlari ke arah ibunya meminta duit untuk membeli kembali bungkus rokok pada kawannya.

Lalu?

Kembali saia menulis hal-hal ngawur, dari pertanyaan dan beberapa kalimat tentang apa jadinya Indonesia tanpa rokok, atau perumpamaan rokok yang dipaksakan lalu curhat saia tentang kebiasaan baru disekitar tempat tinggal saia mengenai bungkus rokok. Sebenarnya apa yang saia inginkan sampaikan, saia sendiri tidak tahu. Tanyakan saja pada bapak guru yang dengan santainya merokok di depan murid-muridnya atau seorang bapak yang dengan tegas melarang merokok untuk anak-anaknya. Atau juga pada pak ustadz yang sebagian menghalalkan dan sebagian lain mengharamkannya. Atau mungkin dapat mengirim surat pada paru-parunya kawan sekalian, segera tanyakan kesehatannya!.

#hanya-ingin

Advertisements

28 thoughts on “indonesia tanpa rokok

  1. saya paling kesal kalo ada yang merokok di atas mobil, apa tuh namanya, debu rokoknya itu lho…terbang2 kekepala…jadinya jilbab saya kayak ketombean gtu…ckckc 😮

    • waduuh..
      baru tahu ada yang merokok di atas mobil..;-P

      **bayangin dulu**

      setahu saia didalam mobil..;-)
      berarti jilbabnya harus keramas iz..

      #kabuuur

  2. Sebenarnya merokok ini pilihan. Terserah orang mau merokok atau ga. Jika orang menyayangi kesehatannya, pastinya dia tidak akan merokok. Tp jika ga sayang, yahudah silahkan saja. Toh yg sakit paru2nya dia. Tapi merokoknya jangan didepan saya. setiap orang berhak untuk merokok dan saya juga berhak untuk mendapatkan udara bersih bebas dr rokok.

    Tapi untuk orang2 terdekat saya, ga boleh merokok.

    Iyah miris juga ktika melihat anak2 msh kecil tp telah brsahabt dgn rokok:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s