reva dan gadis cantik


sedikit berbagi, begitu berarti…

si-gadis-cantik

illustrasi (clker.com)

Terik matahari siang itu sempat menyurutkan niatan saia untuk membantu seorang gadis cantik pindah kost’an. Betapa tidak, saat siang hari merupakan saat-saat yang pas untuk beristirahat apalagi setelah sholat dzuhur, dalam keadaan berpuasa diterpa dan dibelai angin sepoi-sepoi seakan membius kesadaran saia. Pun teriknya matahari ikut menyengat rasa tanggung jawab saia untuk sekedar keluar rumah. Padahal saia hanya butuh berjalan sekitar 20meter saja, akhirnya demi gadis cantik saia rela tanpa imbalan apapun untuk membawakan barang-barang si gadis cantik dari kost’annya.

Saia menunggu sms konfirmasi jika si gadis cantik telah sampai depan gang rumah, tepatnya gang sempit yang sampai dua orang pun tidak cukup untuk melewatinya. Harap-harap cemas menunggu sms konfirmasi itu, sempat saia tertidur sekejap lalu berusaha untuk tetap terjaga kembali. Sembari membaca buku, saia kembali berbaring di atas sebuah sofa kusam yang sudah tidak terawat. Berharap akan terjaga jika saia melakukan aktivitas membaca, karena dengan begitu otak saia tidak akan tertidur.

20menit kemudian, terdengar bunyi ringtone kesayangan dari hape putih mungil yang umurnya hampir sama dengan si reva ketika pertama kali digondol dari dealer setempat. Benar saja, ternyata si gadis cantik yang sms saia. Dia telah sampai di gang dengan barang-barang pribadinya, saia pun meluncur jalan kaki dengan santai. Setelah di gang tersebut, saia mengangkut barang-barang berupa kipas angin, dispenser, bed cover dan barang lainnya. Rupanya si gadis cantik, langsung meluncur lagi untuk membawakan kembali barang-barang yang masih tertinggal. Si gadis cantik membawa barangnya dengan si betty ditemani oleh temannya si gadis cantik, karena kemampuan betty yang terbatas maka harus bolak-balik demi memindahkan semua barang dari kost’an.

Rit pertama sukses, saia pun melanjutkan aktivitas dengan membaca buku setelah selesai mengangkut barang-barang si gadis cantik. Kembali menunggu sms konfirmasi darinya. Saia sempatkan untuk bercengkrama dengan orang-orang rumah, menemani ibu yang sedang mempersiapkan menu buat buka puasa. Tak terasa, sekitar 15menit kemudian hape putih mungil kembali mengeluarkan ringtonenya. Pertanda si gadis cantik sudah berada di depan gang. Tanpa basa-basi, saia langsung saja meluncur untuk merampungkan semua barang bawaan si gadis cantik. Saia baru tahu kemudian ternyata masih ada barang yang tertinggal di kost’annya, berupa kasur lipat. Si gadis cantik kesulitan untuk membawa kasur lipat dengan si betty. Saia pun memakluminya dan langsung menyanggupi permintaan si gadis cantik untuk menyusul ke kost’an demi membantu membawa kasur lipat tersebut.

Saia meluncur ke tempat kost’an si gadis cantik itu sekitar ba’da ashar, dengan perasaan tenang saia yakin akan membuat senang si gadis cantik dengan membawakan kasur lipat itu. Kurang lebih 15menit saia sampai di kost’annya, sms konfirmasi pun saia luncurkan buat si gadis cantik. Akhirnya saia menunggu diluar, tercenganglah saia melihat kasur lipat itu. Semua agak sedikit melenceng dari perkiraan saia. Yang disangka kasur lipat itu tipis dan memang dapat dilipat ternyata salah. Kasur lipat kusam bin kumal alias buluk itu lumayan besar dan busanya itu sungguh susah untuk dilipat, bukan tidak bisa dilipat hanya memerlukan tenaga ekstra untuk melipat dan mengikatnya dengan beberapa utas tali rapia.

Setelah berusaha keras, karena tidak mau mengecewakan si gadis cantik akhirnya saia berhasil memaksakan kasur dilipat sedemikian rupa dan mengikatnya erat pada tubuh reva. Peluh keringat pun bercucuran, tapi saia sudah senang dapat membantu si gadis cantik. Rintangan terakhir yang akan saia hadapi yaitu, bertahan selama perjalanan pulang dengan kondisi duduk yang jelas tidak nyaman sekali. Benar-benar sekujur tubuh pegal luar biasa, terutama bagian pantat saia. Tidak usah dibayangkan bagaimana, hanya cukup tahu saja bahwa pegalnya duduk di atas jok sebuah motor yang sempit dan membuat sedikit kikuk selama di perjalanan yang kurang lebih 30menit benar-benar butuh kesabaran dan pengorbanan tinggi.

Semua ini demi si gadis cantik, saia rela. Kami sampai dirumah menjelang berbuka, saia langsung merebahkan diri beristirahat sejenak dan ternyata si gadis cantik memberi saia dua bungkus es buah untuk berbuka puasa. Nikmat sudah, lelah ini sedikit terbayar oleh segarnya es buah dari si gadis cantik. Si gadis cantik itu adalah adikku sendiri.

Advertisements

12 thoughts on “reva dan gadis cantik

  1. Pingback: coklatku, teman setiaku « senitea's blog

  2. Pingback: bukber dengan gadis imut « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s