rahasia puasa


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (muhammadkaka28.multiply.com)

Pahala puasa tidak ada batasnya

“Semua amal anak Adam itu dilipatgandakan kebaikannya sepuluh kali sampai tujuh ratus kali, Alloh AzzaWajalla berfirman kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya dengannya, dia meninggalkan syahwatnya dan makannya karena Aku. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagian, kebahagian ketika berbuka dan kebahagian ketika bertemu dengan Tuhannya. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih  harum di sisi Alloh dibandingkan bau wangi misk” (HR.Muslim)

Jika demikian, memang wajar jika Alloh memberikan pahala yang tidak ada batasnya bagi orang yang menjalankan puasa romadhon. Untuk dapat memperoleh pahala yang dijanjikan tersebut bukan hal yang mudah. Belum tentu semua orang yang menjalankan ibadah puasa memperoleh pahala seperti yang dijanjikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  mengingatkan: “Berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus saja.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah).

Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin bab Rahasia Shaum menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan puasa itu terbagi atas tiga kelompok manusia. Ada yang termasuk ke dalam kelompok umum, ada yang khusus dan ada yang khusus al-khusus.

Puasa kelompok umum

Adapun yang beliau maksud dengan shaum umum adalah menahan diri dari makan, minum dan berhubungan dengan suami atau istri ketika sedang berpuasa. Inilah yang dikerjakan oleh kebanyakan manusia pada saat ini. Mereka memang mampu untuk menahan lapar, dahaga dan hasrat berhubungan namun tidak lebih dari itu. Puasa mereka benar-benar hanya menjalankan hukum-hukum fiqih semata. Puasa ini dapat disebut juga puasa minimalis.

Puasa kelompok khusus

Puasa yang dikerjakan oleh orang-orang tertentu saja. Imam Ghazali menjelaskan bahwa orang yang termasuk dalam puasa khusus adalah puasanya orang-orang sholeh. Termasuk dalam kategori ini adalah orang-orang yang mampu menjaga seluruh anggota tubuhnya agar tidak melakukan perbuatan dosa dan menyempurnakannya dengan enam hal, yakni:

  • Menundukkan pandangan dari hal yang dibenci dan dicela oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’alla.
  • Menjaga lisan dari perkataan sia-sia, dusta, mengumpat, menyebar fitnah, perkataan keji dan kasar serta menimbulkan permusuhan. Dianjurkan lebih banyak diam, memperbanyak dzikir dan membaca al-qur’an.
  • Menjaga pendengaran kita dari sesuatu yang tercela, karena setiap yang dilarang untuk diucapkan, juga diharamkan untuk diperdengarkan.
  • Menahan semua anggota tubuh dari semua perbuatan dan dari hal yang makruh. Contohnya seseorang berpuasa dan menahan diri dari hal yang halal sementara dia berbuka dengan hal yang haram. Dalam hal ini ghibah.
  • Tidak memperbanyak makanan ketika berbuka puasa. Tidak ada rongga yang dibenci Alloh Subhanahu Wa Ta’alla selain rongga (perut) yang penuh dengan makanan halal.
  • Ketika berbuka puasa, hati seseorang tetap berada diantara khauf (takut) dan raja’ (harap). Tidak ada yang mengetahui apakah puasa yang dilakukan diterima atau tidak. Namun tentu dia tetap berharap penuh kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’alla agar menerima ibadahnya.

Puasa kelompok khusus al-khusus

Orang yang mampu memuasakan hatinya dengan mencegah dirinya dari memikirkan perkara-perkara yang rendah dan bersifat keduniaan. Orang ini akan merasa batal puasanya jika ia banyak mengingat perkara dunia. Orang yang masuk dalam kategori ini akan merasa berdosa jika dia bergerak untuk bekerja pada siang harinya untuk mempersiapkan makan untuk berbuka. Hal ini karena dianggap kurangnya keyakinan terhadap rezeki yang sudah dijanjikan Alloh Subhanahu Wa Ta’alla. Tingkatan ini adalah tingkatannya para Rasul, para shiddiqin dan orang yang dekat kepada Alloh.

Semoga kita mendapatkan segala keberkahan dari bulan romadhon dan puasa kita diterima Alloh Subhanahu Wa Ta’alla. Aamiin.

Wallahu’alam

Oleh Saipul Rahman, M.Sc
Diambil dari Buletin Dakwah Al-Bunyan
Edisi: 657/Th XIII/Pekan ke-3/1 Ramadhan 1433H/20 Juli 2012

Advertisements

5 thoughts on “rahasia puasa

  1. Pingback: reva dan gadis cantik « senitea's blog

  2. Pingback: coklatku, teman setiaku « senitea's blog

  3. Pingback: bukber dengan gadis imut « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s