kisah andie dan putri


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (romanticlovepictures.com)

Malam itu angin seperti merindukan titipan rindu dari dua hati yang terpisahkan jarak. Dua hati yang kini berada di tempat berbeda, mencoba meraih dan menggapai mimpinya masing-masing. Dengan janji yang terpatri dalam jiwa dan sanubari mereka, berpegang teguh untuk menjaga hati dan bertemu ditempat pertama kali mereka berjumpa. Walaupun godaan dan rintangan sepertinya sangat akrab dengan mereka, tapi sedikitpun mereka tidak tergoyahkan. Sampai suatu waktu, guratan takdir berkata lain.

**

“Putri…” lelaki itu berkata lirih. “Pagi-pagi sekali, aku sudah harus terbang ke Inggris untuk mengejar impianku  menjadi Arsitek terkenal di seluruh dunia”. Seorang wanita disebelahnya hanya mengangguk lemah, sembari menundukkan wajahnya. “Put, waktu satu tahun aku rasa sudah cukup untuk kita saling mengenal dan memahami bukan? Selama kita berpisah, aku akan tetap menjaga hatiku dan ketika pulang nanti aku akan segera melamarmu. Itu pasti”. Tanpa disangka, wanita berjilbab hijau itu meneteskan air mata kesedihannya seakan tak kuasa dengan suasana seperti ini. Tampak sesekali, wanita berjilbab itu mengusap air matanya dengan sapu tangan bunga berwarna krem.

“Iya, aku sangat kenal dan paham akan keteguhanmu Ndie” tegas wanita itu berkata. “Aku, tidak akan bisa menghalangi seseorang menggapai cita-citanya. Semoga kau dapat menjadi seperti apa yang kamu inginkan”. “Aku pun bulan depan, akan meneruskan studi yang sempat tertunda di Australia”. Terdengar sedikit serak dari wanita itu, walaupun sudah ditahan sedemikian rupa tetap saja hatinya telah luruh oleh kesedihannya melepas sang pujaan hati. Sekaligus, tidak dapat mengatakan apa yang sebenarnya wanita itu ingin ungkapkan. Isi hati wanita itu masih tertahan rapi dalam kerangkeng hatinya, hanya sebagian perasaannya lah membuat wanita itu semakin sedih. Entah apa yang ingin wanita itu ungkapkan.

“Terima kasih put, atas pengertianmu. Segala kenangan indah bersamamu akan kubawa bersama diriku.  Ingatlah janjiku, tunggu aku dua tahun lagi”. Lelaki itu pun pergi meninggalkan wanita berjilbab hijau termenung sendiri. “Maafkan aku Ndie, yang tidak bisa jujur padamu. Semoga kamu disana mendapat yang terbaik buat dirimu. Maaf….” lirih bercampur isak tangis yang sempurna menghinggapi kesedihannya.

**

Inggris, sang pujaan hati berhasil menjadi seorang Arsitek. Walaupun tidak menjadi Arsitek terkenal di dunia, tapi ia berhasil membuat mesjid yang membuat decak kagum warga Littlehampton, sebuah daerah di Inggris di tepi timur sungai Arun. Mesjid yang tidak terlalu besar, tetapi mengagumkan dari sisi luar dan interiornya. Andie, arsitek muda berhasil menggabungkan nilai-nilai historis Inggris dengan unsur kekentalan dari negeri Arab. Dengan selera seni yang begitu tinggi, ia merubah lahan yang tandus menjadi sebuah mesjid yang elok dipandang dengan taman-taman kecil di sekelilingnya.  Membuat kaum minoritas muslim disana ikut mengelu-elukan hasil karyanya.

**

Selang dua tahun sudah, Andie pun menjejakkan kaki kembali ditanah airnya. Walaupun dengan perasaan yang tidak karuan, entah seperti apa digambarkan antara senang, bingung sekaligus sedih bercampur menjadi satu. Andie sendiri tidak tahu mengapa ia begitu ingin kembali ke sini. Apakah ingin menepati janjinya yang dulu sempat terucapkan pada Putri? Aah, takdir tidak bisa ditebak.

Dengan langkah ragu-ragu, ia menuju rumah Putri. Rumah kayu berbalut cat warna putih dan halaman yang ada pohon rambutan, tempat biasa kami mengobrol. “Ternyata tidak banyak berubah, hanya ayunannya saja yang sudah menjadi ayunan tali padahal sebelumnya dari kayu” gumam Andie dalam hati. Terdiam tak bergeming hanya itu yang bisa Andie lakukan ketika berada tepat didepan pintu masuk.

Sampai kemudian, ada suara ramah berada dibelakangnya. “Andie…??” sapa hangat wanita itu seakan tidak percaya dengan penglihatannya. Tanpa berlama-lama Andie pun membalikkan badannya. Aah, wanita pujaannya itu tidak berubah sedikit pun, tetap hangat dan cantik” pikir Andie. Namun keduanya malah menundukkan wajah, seakan malu dan tidak kuasa untuk mengungkapkan isi hati mereka dengan jujur. Hanya waktu sajalah, yang kemudian menguaknya.

**

Dua hati itu kini benar-benar terpisah. Ternyata Putri yang sedari dulu ingin memberi tahu Andie, bahwa sebenarnya ia bukanlah pergi ke Australia untuk meneruskan studi melainkan menikah dengan pilihan orang tuanya. Sungguh berat waktu itu Putri ingin berkata jujur, karena hanya tidak ingin cita-cita Andie akan pupus begitu saja. Putri kini telah menikah dan mempunyai satu anak, ketika Andie datang suami putri sedang bekerja dan anaknya sedang berada di rumah mertuanya.

Namun, tidak begitu saja takdir seakan tidak berpihak pada keduanya. Putri yang berpikir, Andie akan sedih dan  tidak akan menerima semua ini ternyata salah. Andie pun sebenarnya datang mengunjungi, bukan karena ingin menepati janjinya melainkan ingin minta maaf, karena Andie tidak dapat memegang janjinya tersebut. Andie baru saja menikah dengan adik kelasnya di Inggris, selepas ia lulus dengan predikat memuaskan.

Ya, Andie hanya ingin meminta maaf terhadap Putri, tidak lebih. Dan pada akhirnya Andie dan Putri saling meminta maaf, berusaha lapang dada atas takdir yang mereka jalani. Andie dan Putri hanyalah manusia, yang hanya dapat merencanakan segala sesuatu dengan indah. Tapi, hakikatnya hanya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Berkehendak atas segalanya.

Aah, hidup ini terlalu singkat untuk bersedih hati kawan. Berbaik sangkalah selalu pada-Nya. Tetap istiqomah, niscaya segalanya akan benar-benar indah untuk kita semua. Amiin.

#aneeh

Advertisements

31 thoughts on “kisah andie dan putri

  1. waduh, si andi sama si putri itu piye toh,
    ah sudahlah, cinta itu terkadang mbulet, satu bilang untuk kebaikan pasangan dan yg satu lagi bilang hal yg sama, saling suka tp ndak mau memiliki satu sama lainnnya .. aaahhhh. cerita ini sungguh sesuatu banget ……… tisu mana tisu

    mbok yah bilang sama si andi, ajak saya gitu ke inggris, sy kan mau lihat monas #eh 😀

    • haaahaaa…
      mas naussea inih minta dikeproook,
      inggris gak ada monas..adanya menara eiffel..;-P

      #kabuuur

  2. sempet ke liverpool ndak yah tuh andie, woiii cerpen yang asiik…
    yup… tetep berbaik sangka itu kuncinya….. setuju banget
    ketika putri berbaiksangka dengan keputusan ortunya.. biar Tuhan ngasih solusi untuk andi… bukan begitu tea..e ..sani…sanitea 🙂

    • sepertinya tidak om camar, hee -maen ke stamford bridge ajah-
      iyaaah…makaasiih..;-)
      oia nama saia senitea bukan sanitea

      **nama asli om camaaar siapa sih**

      #berbaik-sangka-aah

  3. pasang iklan ah.

    “Telah di buka lowongan perkerjaan. Yang berminat jadi tentara Tra silahkan daftar. Gaji akan di terima setelah Tra sukses. Sekian dan terimakasih.”

    Udah akhirnya lega juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s