dilema persahabatan


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (helen-lingard.com)

“Hei..kenapa kamu diam” tanya dian, sahabat karib yang paling berjasa dalam hidupku.
“Aah..aku tidak apa-apa koq hanya lelah saja sama kerjaanku” akupun menjawab seadanya.
“Yasudah, kamu istirahat yaah..kerjanya jangan diporsir tuuh” dengan mata setengah melotot, dian menasehatiku lalu pergi meninggalkanku sendiri.
Aku hanya mengangguk lemah.

**

“Aah..sial..sial..sial” rutukku dalam hati.
“Kenapa aku harus bertemu dengannya sih, malah dia terlihat akrab sekali dengan dian”
“Aarrrgh….”
“BRAAAAK” sebuah pintu kayu ditendang.

**

Malam itu, tepat ba’da isya’ aku memergoki dian sedang bersamanya di kamar yang bersebelahan denganku. Dari celah pintu yang tidak tertutup rapat itu, aku dapat menyaksikan peristiwa yang buat aku mendidih. Betapa tidak, dian tampak asyik sedang bersamanya entah itu mengobrol atau bercanda. Padahal dulu dia sangat dekat denganku, terlalu dekat malah sehingga kami pun mendapat julukan dari kawan-kawan kosan. “Pasangan sejoli nih yee…” teringat gurauan kawan-kawan kosan. Ya, mungkin itu kata yang tepat menggambarkan hubungan antara kami, aku sendiri bertemu dia sudah hampir 2tahun yang lalu. Tepatnya ketika perayaan ulang tahun kawan sekolahku, dia sungguh menarik buatku. Dia juga sungguh manis dan kulitnya itu yang berwarna kuning langsat membuat ku bertekuk Β lutut pada pandangan pertama. Aah sungguh indah malam itu.

Tapi itu dulu, setelah 2bulan kemarin aku memilih untuk meninggalkan dia. Terlalu rumit alasan yang ku pakai untuk pergi darinya, hanya saja ku ingin benar-benar tidak bergantung lagi serta tidak ingin membuat tubuhku tidak karuan dibuatnya. Perpisahan itu terjadi tanpa isak tangis, ku mencoba tegar melawan realita dalam hidupku. Pasrah, hanya berharap benar-benar tidak akan bertemu dia lagi walaupun mungkin sebenarnya rasa ini masih ada.

**

Dian, merupakan sahabat kosanku yang baru. Dengan kulit putih, rambut panjang dan tinggi yang semampai serta kepribadian yang hangat, rasa-rasanya tidak akan ada satu pun yang menolaknya. Termasuk dia, pasangan sejoliku. Aku sendiri merasa kecantikanku tidak kalah dengan dian, hanya tubuhku saja sedikit lebih pendek dan gendut. Setidaknya itu yang kudengar dari kawan-kawan kosan. Aah, sungguh tidak adil rupanya dunia ini. Padahal dian sudah memiliki segalanya, kenapa dian juga yang harus merebut dia dariku. Sungguh sakit sekali hati ini.

Tapi aku berusaha ikhlas dan setegar mungkin, walaupun berat tetap akan ku jalani demi masa depanku yang lebih baik. Toh, dia sendiri pun tidak mengatakan hubungan kami terhadap dian. Aku sendiri memilih bungkam, dengan melihat sahabat ku senang dan bahagia sudah cukup buatku.

Selamat berbahagia sahabatku…
buat kamu, aku akan berjuang untuk lepas darimu. Terima kasih atas semua kenangan indah bersamamu.

**

Dalam kamar kosan ku menangis…bersendu lirih..

**

(seseorang yang sedang ‘DIET’, berusaha lepas dari pasangan sejolinya “MARTABAK MANIS BANGKA” karena hampir tiap malam selama dua tahun, ia selalu bersama dan menikmatinya. Hingga berat badannya naik drastis, dan ia berkeinginan kuat untuk melakukan ‘DIET’ itu. Kebetulan saat ia menjauhinya, dian malah dengan tenang memakan dan menikmatinya. Godaan yang sungguh berat buat seseorang yang sedang ‘DIET’)

The antidote for fifty enemies is one friend.Β  ~Aristotle
Advertisements

38 thoughts on “dilema persahabatan

  1. πŸ˜€ kak izzawa dan kak senitea main kejar kejaran ya. tra ikuuut.

    “Seriuuus” itu apa artinya kak?, cuma tahu kata “serius”. πŸ˜€
    #gak kabur
    #Pasang muka imut biar gak dimarahin

  2. entah saianya yg lagi ga mudeng entah apa, maaf saia kurang ngehh ma ceritanyaa 😦

    nantilah akan saia baca dan saia resapi lagi yahh πŸ˜€
    *pasang muka memelas:D*

  3. kaak, ceritanya udah baguuus kook πŸ˜€ aku kira sebelumnya mereka sejenis LESBIola :Dv
    ohya kaak, eyd nya diperbaikin lagi yaaah. saya kok kurang sreg mbaca yg “koq” huehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s