ada orang baru nih


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (h4rry5450ngko.blogdetik.com)

Bagaimana cara menyikapi kehadiran orang baru dalam kehidupan kita? Entah itu dalam kerjaan, sekolah/kuliah, atau mungkin kisah cinta kawan-kawan sekalian. Kehadiran orang-orang baru kadang ditunggu-tunggu dan dielu-elukan, namun mungkin bagi sebagian orang juga merupakan suatu ancaman yang dapat mengganggu kenyamanan dalam suatu hubungan.

Kenapa kehadiran orang baru itu malah jadi ditunggu-tunggu?
Contohnya dalam suatu kerjaan, ketika suatu perusahaan dengan work-load yang lumayan tinggi, sedangkan disatu sisi kapabilitas perusahaan tersebut sangat kurang, atau sederhananya kerjaan banyak tapi SDMnya tidak mencukupi. Kira-kira apa langkah yang akan diambil oleh sebuah perusahaan atau institusi tersebut? Apakah akan mengurangi kerjaannya atau malah menambah SDMnya? Atau mungkin tetap akan seperti itu sampai semua SDMnya benar-benar ‘muntah’ oleh semua kerjaan yang saking padatnya? Ada juga perusahaan atau institusi yang memilih opsi seperti itu, alih-alih biar hemat pengeluaran malah boros dimana-dimana.

Untuk sebagian perusahaan atau institusi yang ‘baik’, mungkin ada yang menambahkan jumlah SDM serta sarana dan prasarana yang mendukungnya. Seperti akhir-akhir ini santer sekali mengenai permintaan KPK yang meminta anggaran kepada DPR untuk membangun gedung baru, karena jumlah pegawainya tidak seimbang dengan gedung yang ada.

Atau,
Contoh lain dalam masalah hubungan pribadi, ketika disekitar atau lingkungan kita sudah tidak ada yang ‘menarik’ hati, apakah itu sekedar kawan atau lebih. Mau tidak mau kadang kita sendiri sangat merindukan kehadiran orang-orang baru tersebut. Benar tidak? Anggap saja benar lah daripada benjol. Kita yang mungkin ‘jenuh’ selama proses hubungan tersebut, tanpa sadar selalu membanding-bandingkan kawan kita satu sama lain. Dan akhirnya terjebak pada perasaan membutuhkan orang yang benar-benar ‘beda’ dan baru. Itu normal dan sangat wajar menurut saia, tapi dengan tidak meninggalkan begitu saja kawan kita sebelumnya, betul? Karena ketika kita meninggalkan kawan kita dengan alasan apa pun, ingatlah bahwa suatu saat kita pun akan di tinggalkan kawan kita. Itulah pentingnya silaturahmi, menjaga tali persahabatan.

Dan contoh-contoh nyata lainnya.

Lalu, kenapa kehadiran orang baru itu malah jadi ancaman?

illustrasi (i-berita.com)

Lain lagi dengan orang yang merasa terancam dengan kehadiran orang baru, contohnya dalam kerjaan dimana orang-orang baru tersebut sebenarnya juga memiliki kekurangan dibalik kelebihannya. Gara-gara sudah terlanjur merasa terancam posisi kita, penglihatan kita pun akan buram yang terlihat hanyalah kelebihannya saja yang dibandingkan dengan kelemahan-kelemahan kita. Imbasnya, kita sendiri pun malah stress selalu was-was dan hubungan baik pun kadang sulit dicapai. Itu mungkin jelas terlihat di perusahaan atau institusi swasta, tidak tahu yang negeri mah. Padahal sebenarnya, kehadiran orang baru itu untuk membantu kerjaan-kerjaan kita tapi sayangnya kita sendiri suka terlambat menyadarinya.

Ada juga kehadiran orang baru dalam hubungan antar dua manusia, katakanlah ada orang ketiga antara hubungan cinta kita. Padahal sudah sudah payah merajut semua harapan-harapan cinta, namun kadang pupus begitu saja oleh adanya pihak ketiga. Siapa sih sebenarnya yang salah? Bukan waktunya untuk saling menyalahkan, masing-masing dari kita silakan introspeksi sendiri dulu saja. Kenapa pasangan kita yang dulunya hangat, romantis sekarang malah dingin seakan tidak peduli. Atau malah sebaliknya yang dulunya biasa-biasa saja, cuek tiba-tiba selalu perhatian. Lalu, kenapa orang ketiga itu hadir coba? Aah, mengganggu saja. Apalagi kalau kita sendiri kalah telak dari segi penilaian pasangan kita. Apa kata dunia.

Kalau kita jeli, harusnya kita berterima kasih sama orang baru atau orang ketiga tersebut. Karena kehadirannya mengajarkan dan mengingatkan kita untuk lebih peduli, perhatian, respek lagi terhadap pasangan kita. Kecuali kawan-kawan sekalian termasuk tipikal orang yang percaya diri, cuek kalaupun ada orang ketiga tidak begitu terancam malah akan santai mencari pasangan lain. Sejatinya, harusnya kawan-kawan sendiri ingat bagaimana dulu sampai jatuh bangun mengejar atau dikejar pasangan kita, sudah susah payah tiba-tiba ada orang yang merebutnya. Mending kita pertahankan atau lepaskan?

Terlepas dari itu semua, jadi sebenarnya bagaimana cara menyikapi kehadiran orang-orang baru dalam kehidupan kita. Kesimpulannya bisa kawan-kawan ambil sendiri. 😉

#gak-jelas

Oh, my friend, it’s not what they take away from you that counts.  It’s what you do with what you have left.  ~Hubert Humphrey
Advertisements

26 thoughts on “ada orang baru nih

  1. Sebagaimana kita ingin diperlakukan di sebuah lingkungan baru, maka begitu jugalah selayaknya kita memperlakukan orang2 baru di sekitar kita.

    as simple as it, right? 🙂

      • i mean gini kalau saya pribadi, saya berusaha untuk memperlakukan orang sebagaimana saya ingin diperlakukan oleh orang lain. Jadi, tidak perduli dia orang lama ataupun orang baru, sebisa mungkin saya akan memperlakukan hal yg sama seperti yg saya inginkn dari orang lain..

      • jay kepengen buat yang begituan. keren. bentuknya unik. nanti jika jay udah buat banyak. jay kasih satu untuk kak senitea, kata orang yang asli itu lebih baik. 😀

  2. bisa dipajang atau buat bakar sampar bom nya nanti. tra/jay gak suka petasan, daya ledaknya rendah sih. apalagi caberawit cuma bisa meledak di lidah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s