enaknya KTP (E-KTP)


sedikit berbagi, begitu berarti…

prosedur E-KTP

Cerita ini lanjutan dari pembuatan E-KTP yang sebelumnya error alias gagal. Pagi itu setelah memandikan reva, sekitar pukul 08.30 WIB saia meluncur ke kelurahan setempat. Setelan kemeja hitam yang merupakan almamater kampus dipaksa-padukan dengan celana hijau dan sandal jepit hitam. Mengayuh reva dengan kecepatan sedang, karena memang jarak kelurahan yang tidak begitu terlalu jauh, hanya satu kilometer saja sudah sampai di tujuan.

Sampai di kelurahan saia sedikit kaget, terlihat begitu padat-merayapnya antrian para warga dan motor-motor yang parkir. Alhamdulillah, saia tidak begitu kesulitan memarkirkan reva. Lalu, saia pun masuk antrian yang panjang itu. Di tengah matahari sedang hangat-hangatnya beranjak naik, ikut terasakan ‘hangat’nya oleh warga yang sedang mengantri. Ada yang cuek tidak peduli, ada yang rewel dengan lama dan panjangnya antrian tersebut dan ada juga yang mengisinya dengan beberapa candaan yang lumayan buat bibiri ikut tersenyum.

Antrian itu mirip sekali dengan antrian ketika kita menabung dibank, dimana ada jalur pembatas yang meliuk-liuk yang telah disediakan pihak bank. Kalau saia menyebutnya box puzzle, dengan cara kerja FIFO (First In-First Out). Hanya bedanya kalau dibank, kita antri berdiri tapi kalau dikelurahan sini tinggal duduk saja, sekitar 5-10menitan baru kita bergeser lagi tempat duduknya begitulah seterusnya sampai habis antrian itu. Warga yang dipanggil tiap lima orang, lalu menunggu lagi. Ada mungkin sekitar 80 orang untuk buat E-KTP hari itu, dengan tempat duduk antrian berjajar tiga shaft dengan jumlah kursi 10-15kursi dan pembuatan E-KTP itu dapat berlangsung hingga sore bahkan ada yang sampai maghrib karena saking banyaknya warga yang belum buat E-KTP.

Saia sendiri lebih bersikap pasif terhadap antrian ini, mengikuti arus yang sudah ada tanpa menambahkannya dengan ‘perlawanan’ sedikit pun. Di tengah mengantri ada saja candaan beberapa pemuda di depan saia, misalnya ketika melihat warga  yang sudah selesai membuat E-KTP dan keluar dari pintu utama yang memang satu-satunya jalan masuk. Beberapa pemuda itu menyimpulkan ekspresi warga-warga yang telah selesai membuat E-KTP, alih-alih mengikuti Indonesia Idol ekspresi yang menunduk memberi arti bahwa ternyata gagal, ada yang ekspresinya gembira berarti lulus dapet ‘Golden Ticket’, ada yang biasa-biasa saja. Candaan yang lumayan buat saia, walaupun mungkin tidak begitu ditanggapin warga lain yang mengantri.

Ternyata ajang E-KTP ini juga mempunyai nilai positif, dimana warga-warga yang jarang bersosialisasi baik itu sekedar ngobrol ataupun ketemu. Di kelurahan ini semuanya bertemu, seolah-olah sudah lama tidak ketemu padahal mungkin rumahnya bersebelahan atau memang karena kesibukan masing-masing. Saia sendiri pun tidak menyangka bertemu dengan beberapa kawan (tepatnya istrinya kawan) dan kawan SMA saia. Dunia sempit yah, begitulah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan buat warganya yang memang jarang bertegur sapa untuk bertemu di tempat itu. Aah enaknya E-KTP.

Akhirnya kurang lebih satu jam saia mengantri, saia dapat giliran untuk naik ke lantai kedua. Dilantai dua nampak kesibukan yang berbeda dari dibawah, kesibukan itu terlihat dari aparat desa dalam menangani tiap warga. Ada empat ‘stand’ untuk memproses E-KTP, dengan waktu rata-rata kurang lebih 5menit, jadi ketika dilantai atas menunggunya juga tidak terlalu lama. Prosesnya dimulai dengan mencocokkan data diri antara NIK dengan data online, lalu tanda tangan digital, yang diteruskan dengan men-scan jari-jari tangan kanan dan kiri. Setelah itu baru proses scan mata dan terakhir tanda-tangan lagi. Cepat sekali bukan. Aah enaknya E-KTP.

Setelah selesai yah tentunya saia turun lalu pulang, sebelum pulang terdengar ada yang memanggil nama saia, eh ternyata kawan SMA yang lain. Di sempatkan deh ngobrol sejenak, lalu meluncur meninggalkan kerumunan antrian warga yang masih saja terlihat padat-merayap yang waktu itu menunjukkan pukul 10.52 WIB. Aah enaknya E-KTP.

Hikmah yang mungkin didapat:

“Tetap enjoy dalam segala sesuatu itu penting, terutama ketika mengantri. Kalau enjoy, maka akan terasa ringan-ringan saja ditambah dipertemukan dengan kawan-kawan kita. Kalau tidak enjoy, pastilah hatinya dongkol sehingga bawaannya selalu ‘mengkol’ (artinya tidak lurus)”
Advertisements

10 thoughts on “enaknya KTP (E-KTP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s