pentingnya musyawarah


sedikit berbagi, begitu berarti..

Cerita lain yang saia dapat dari malam minggu itu, yaitu pentingnya musyawarah dalam sebuah keluarga. Alangkah indahnya sebuah keluarga jika dalam mengambil keputusan tentang apa pun juga, semua ikut terlibat tanpa terkecuali. Dimana peranan kepala keluarga menjadi inti dari makna musyawarah itu sendiri, dan hadirnya seorang istri menjadi pandangan yang menyejukkan penambah semangat dalam bermusyawarah. Ada cerita atau dongeng mengenai musyawarah, masih disampaikan oleh Pimpinan Ponpes At-Tarbiyah, beliau memaparkan ceritanya dengan manis. Silakan disimak.

illustrasi (shutterstock.com)

Suatu hari pada jaman dulu, dimana rumahnya masih berbentuk panggung dan beralaskan tanah sebagai lantainya. Ada sepasang suami istri, sang istri sedang mengandung/hamil 4bulan. Di sisi lain, si suami ini ternyata sedang ‘sakit’, ia merasakan tubuhnya aneh dengan perutnya yang membesar dan tidak enak badan. Karena merasa tidak enak dengan istrinya, ia pun menyimpan ‘sakitnya’ itu, kemudian berobat menuju dokter setempat, dokter sendiri belum bisa menyimpulkan apa sebenarnya penyakit yang diderita oleh suami itu. Hanya disarankan minggu depan untuk datang lagi berobat, dengan membawa urine (air seni). Berhubung si suaminya ndeso bin katro, ia bertanya: “Bagaimana caranya saya bawa urine (air seni)nya dok?”. Sambil geleng-geleng si dokter pun menanggapi pertanyaan si suami. “Pakai kaleng bekas ajah, ataupun botol bekas..sudah jelas?”. “Oooh…baiklah pak dokter, minggu depan saya balik lagi”.

Si suami pun pulanglah ke rumah, ia tidak memberitahukan hal ini kepada istrinya. Singkat cerita, seminggu sudah berlalu, besok adalah hari si suami kembali berobat ke dokter, maka malam ini ia mengambil kaleng bekas kemudian buang air kecil di situ, lalu sebelum tidur ia taruh kalengnya di bawah tempat tidur. Dan sekali lagi, si suami tidak memberitahu istrinya. Ketika tengah malam, si istrinya kebelet pengen buang kecil, namun berhubung kamar mandinya jauh dan gelap sangat (maklum jaman dulu, tidak ada penerangan sama sekali dan kamar mandi yang seadanya) ia bingung mau buang air dimana, mau membangunkan suaminya tidak enak. Nah, kebetulan ia melihat ada kaleng bekas di bawah tempat tidurnya. Kemudian, ia pun buang air kecil di situ, setelah sebelumnya membuang air yang ada dalam kaleng itu. Bergantilah urine (air seni) si suami dengan si istri.

Si istrinya pun, tidak bilang ke suaminya perihal buang air kecil itu. Paginya si suami pergi ke dokter sambil membawa kaleng tersebut untuk di cek dokter. Tak lama kemudian, si dokter terbelalak kaget melihat hasilnya. Dokter menyampaikan bahwa si suami sedang mengandung 4 bulan, tambah kaget bin paniklah si suami. “Dok, apa gak salah periksa? Masa laki-laki hamil?”. “Justru, ini hasil pemeriksaan urine kamu dan kamu beneran hamil 4 bulan” jelas si dokter. Si suami yang ndeso bin katro itupun pasrah dengan vonis dokter, ia pulang ke rumah dengan lunglai tak bersemangat.

Ndesonya lagi, si suami tidak memberitahu istrinya karena takut alias malu akan aibnya. Sepuluh hari berselang, dimana tingkah suaminya yang rada stress alias galau itu menarik perhatian si istrinya yang akhir-akhir ini merasakan keganjilan suaminya tersebut. “Aa kenapa sih, neng perhatiin udah sepuluh hari ini rada aneh” tanya si istri. Sebenarnya si suami bingung bin gak yakin jawab pertanyaan yang dilontarkan istrinya, tapi pasti lama-lama juga istrinya tahu bahwa ia juga hamil 4 bulan. Akhirnya si suami bilang, bahwa ia divonis dokter hamil 4 bulan. “Mana mungkin Aa, laki-laki gak bisa hamil”. “Aa juga tadinya gak percaya, tapi itu kata dokter”. “Nah, itu gimana ceritanya Aa”. Diceritakanlah cerita tentang kaleng isi urine (air seni) yang tertukar itu. Istrinya senyam-senyum kadang ketawa terbahak tidak tahan mendengar, sedangkan si suaminya tambah depresi sudah diceritakan malah diketawain sama istrinya.

illustrasi (nicolesclasses.com)

Tak lama, istrinya menjelaskan bahwa urine (air seni) yang ada dikaleng itu adalah miliknya, karena takut buang air kecil tengah malam. Akhirnya, kedua pasangan itu tertawa geli mengenai peristiwa yang menimpa mereka.

Bagaimana dengan cerita di atas, lumayan kocak bin sarat makna bukan? Musyawarah sendiri sangat penting dalam keluarga, sekecil apa pun lebih baik saling sampaikan kepada pasangan kita untuk mencegah hal-hal seperti di atas terjadi. Dan untuk mencapai keputusan yang di ridhoi harus dengan kepala dingin yah .

Mudah-mudahan bermanfaat.

Advertisements

5 thoughts on “pentingnya musyawarah

    • silakaaan…;-)
      musyawarah emang sudah jadi budaya, tapi mudah-mudahan tidak disalahartikan makna musyawarah itu sendiri. CMIIW.

  1. Pingback: operasi kecil untuk reva « senitea's blog

  2. ini sungguh terlalu huahahaaaaa, dokternya juga idealis banget nggak memperdulikan dgn kodrat laki2, pokoknya hasil tes adalah harga mati, ueedaaaan :p

    oh iya mas, saya juga mau bilang, tadi saya baru selesai pipis nih

    *dunia perlu tahu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s