operasi kecil untuk reva


sedikit berbagi, begitu berarti…

sahabat saia

Akhirnya setelah malam minggu indah yang penuh hikmah itu, setelah seharian saia mengistirahatkan diri dan ber’meditasi’. Saia pun seninnya memutuskan untuk berhenti sejenak dari rutinitas kerja. Dengan bahu kanan masih terasa sedikit ngilu, saia berusaha memapah reva ke ‘rumah sakit’ terdekat. Walaupun reva tidak dapat menjerit dan menangis juga mengeluh, tapi saia yakin ia begitu kesakitan menahan perihnya luka. Terlihat dari tubuhnya yang baret karena di ‘cium’ aspal, lalu kacamata kanannya yang pecah (dibaca:spion), posisi tangan yang miring (dibaca:stang) dan lutut yang mengalami patah tulang (dibaca:foot step) dan yang lainnya yang mungkin tidak saia sadari.

Lari terburu-buru, saia membawa reva ke ruangan UGD dengan beberapa suster dan dokter yang menghampiri. Dengan kondisi yang dialami reva, dokter pun memutuskan untuk melakukan ‘operasi bedah’. Kulit putih dan tubuh yang sedikit kurus itu terlihat pasrah dibius, bagian tubuhnya dilepas, diberi sayatan kecil lalu  diperiksa dengan telaten oleh dokternya (dibaca:mekanik bengkel). Terlihat kini sedikit bagian-bagian dalam tubuhmu, urat-urat syaraf halus itu mengguntai dan dirapikan (dibaca:kabel), dokter membersihkan dan mensterilkan seluruh bagian dalam tubuhmu agar kembali sehat dan segar.

Dengan wajah yang khawatir bin panik alias harap-harap cemas, saia melihat sendiri proses ‘pembedahan’ itu dari jarak yang dekat. Dengan cekatan dokter dan suster itu pun melakukan tugasnya, waktu seakan berjalan lama sekali. Terasa terhenti, degup jantung saia untungnya tidak ikut berhenti hanya semilir angin yang ikut menghentikan tariannya sementara.

Selang 45menit, akhirnya pembedahan itu alhamdulillah sukses. Dokter menghampiri saia lalu berkata: “sahabatmu baik-baik saja, tenanglah tidak usah khawatir”. “terima kasih dok..” balas saia sama dokter berseragam hijau itu. Berjalan perlahan saia mendekati reva, melihat kondisinya yang masih tertidur karena efek dari obat biusnya belum hilang.

Tapi maaf sahabat, saia tidak mengganti darahmu (dibaca:oli) karena baru dua minggu lalu darahmu sudah diganti. Sedangkan untuk biaya ‘operasi bedah’ ini saja sedikit merobek-robek kantong saia. Mudah-mudahan kamu mengerti itu, selesai dokter melakukan ‘operasi bedah’ lalu mengganti beberapa bagian dari tubuhmu dengan yang baru. Berharap kamu akan pulih dengan cepat dan berlari seperti semula. Menemani hari-hari dimasa depan yang gemilang. Berbagi suka dan duka bersama.

Sekali lagi, maafkan atas kesalahan saia yang mengakibatkan dirimu terluka. Mudah-mudahan kita bersama dapat ber-istiqomah untuk selalu berada di Jalan-Nya. Aamiin.

Advertisements

13 thoughts on “operasi kecil untuk reva

  1. ini buru-buru atau nglamunin seseorang? kalau nglamun itu berhenti di habiskan dulu, baru laju lagi….. (heh malah dimarahin..)

    syukurlah kalian berdua ndak terlalu parah, semoga lekas sembuh…….(eh udah sembuh ya… syukur lagi)
    buktinya celotehnya udah banyak….

    semoga ndak diulang lagi …. cium2an, nikah dulu… (#ngganyambung) 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s