jangan jadi ‘KEBO’


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (gambarnyaaldriana.blogspot.com)

Masih oleh-oleh cerita dari acara peringatan Isro Wal Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalaam. Karena inti dari Isro Wal Mi’raj itu adalah sholat dan amalan yang pertama kali akan dihisab adalah sholat, jika sholatnya baik insyaAlloh yang lainnya juga baik. Sebaliknya jika sholatnya tidak baik, maka yang lainnya pun ikut mengikuti tidak baik. Terutama yang disampaikan oleh para Kyai, Ulama dan para Habaib malam minggu kemarin, menghimbau agar memelihara sholat berjama’ah.

Ada satu cerita yang saia kutip dari salahsatu pemberi tausiyah, menurut beliau bahwa ini adalah salahsatu dongeng dari Habib Rizieq, yaitu mengenai keluarga bahagia kebo alias kerbau bin kabau-chan. Al-kisah disiang hari, keluarga kebo sedang asyik bercengkrama di tengah sawah. Tiba-tiba terdengar suara adzan, “Allahu Akbar..Allahu Akbar” kemudian petani yang sedang macul, pedagang,ataupun yang sedang dijalan menghentikan segala aktivitasnya menuju satu tempat yaitu mesjid untuk sholat berjam’ah.

Si anak kebo yang tidak mengerti bertanya sama ibunya, “ibu..ibu itu suara apa?” ibunya menjawab, “itu suara adzan”. “Terus itu orang-orang bergerombol mau pada kemana ibu” si anak melanjutkan pertanyaannya. “Mau ke mesjid, sholat berjama’ah” tegas si ibu. “Nah, itu bapak kok masih anteng ajah memamah (makan) rumput gak ikut pergi bu”. Ibu kemudian menjawab, “Kan bapak kamu mah KEBO”. “trus kenapa ibu juga gak pergi”. “Kan ibu kamu juga KEBO” tegas si ibu.

Waktu dzuhur pun berlalu begitu saja, tak lama waktu ashar datang terdengarlah suara adzan kembali “Allahu Akbar..Allahu Akbar”. Beramai-ramai orang menuju mesjid, dan si anak kerbau bertanya kembali,” Ibu..kok ada suara adzan lagi”. Ibunya menjawab,”itu adzan ashar nak”. Si bapak kebo seperti biasa sedang memamah (makan) rumput kesayangannya. “Trus si bapak koq gak ke mesjid lagi” tanya si anak kebo. “Kan..bapak kamu mah KEBO”. Begitulah seterusnya sampai shubuh tiba. Si KEBO memang tidak akan pernah sholat. Karena perintah sholat hanya untuk manusia saja.

Beliau menyampaikan itu untuk mengingatkan kita semua sebagai umat islam, betapa pentingnya peranan sholat dalam hidup kita. Beliau juga menganjurkan agar istiqomah untuk sholat berjama’ah dimesjid, walaupun saia akui bahwa saia sendiri jarang sekali berjama’ah. Tapi, bukannya saia sok tahu, hanya ingin menyampaikan saja apa yang sudah saia dapat malam minggu kemarin.

Mudah-mudahan kita tidak menjadi ‘KEBO’ dalam cerita di atas yah, semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan hidayah dan taufik-Nya buat kita semua.Amiin.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Advertisements

4 thoughts on “jangan jadi ‘KEBO’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s