lamongan atau surabaya


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (avanceon.com)

Kadang-kadang kalau jam istirahat gini dan cuaca diluar sedang panas-panasnya alias bikin gerah. Saia dan kawan saia suka makan siang sambil ‘suroboyoan’, maksudnya makan soto surabaya yaitu soto bening (gak bersantan) ada suwir-suwiran daging ayam, sayur kol, seledri, bihun putih dan ada bumbu kayak kerupuk gitu, yang kelak saia tahu bahwa katanya itu ‘koya’ alias kerupuk udang gitu. Rasanya memang mantaabs bin maknyoos ditambah sambelnya bikin ceees, pas banget buat dimakan campur nasi putih yang sudah ditaburi bawang goreng disaat makan siang. Makanya jangan heran, warung langganan kami (saia dan kawan) pasti penuh melulu. Baru buka lapak ajah, kadang sudah habis (heran kan?).

Malam kemarin, saia dan kawan sedang nyari buat makan malam. Tadinya memang mau berniat makan nasgor ampela, disalahsatu pinggiran jalan. Berhubung pas sampai situ, ternyata nasinya sudah habis kami pun mengurungkan niat beli nasgor. Berjalan sekitar 20meter yang sejajar dengan tukang nasgor, ada tulisan yang menarik hasrat kami untuk mampir. Tulisan yang menempel di gerobaknya, “soto ayam suroboyo” walaupun yang saia tahu ternyata selain soto, bapaknya juga jual pecel lele dan pecel ayam. Soto suroboyo pun tak lama kemudian tersaji manis didepan saia, walaupun tempatnya rame banget dan letaknya dipinggir jalan tidak mengurangi kenikmatan makan soto ayam suroboyo. Sekilas rasa dan penampilan sotonya hampir sama dengan warung langganan kami.

soto lamongan atau soto suroboyo

Selesai makan, kami pun pulang. Nah, pas saia sampai kontrakan ternyata kawan-kawan sebelah kontrakan saia juga sedang ada diteras (pada ngobrol). Yasudah saia pun ikut gabung, oia saia belum cerita bahwa kawan-kawan sebelah kontrakan itu orang surabaya semua. Kebetulan saia pun bercerita tentang makan malam yang barusan, kadang saia bercerita tentang warung-warung atau tempat makan sekitaran sini yang sudah dicicipi mana saja. Kami saling berbagi, pada saat saia cerita tentang soto suroboyo yang saia maksud kawan saia menyela bahwa yang saia makan itu bukan soto suroboyo. Sepengetahuan kawan saia, bahwa surabaya itu gak ada soto bening adanya malah soto madura yang kental dengan santan dan daging sapinya. Jadi menurutnya, bahwa yang saia makan itu adalah soto lamongan. Berhubung saia juga dulu pernah makan soto lamongan dan lupa-lupa inget sepertinya tidak sama dengan yang saia makan.

Tapi memang kawan saia juga yakin bahwa itu soto lamongan, yasudah daripada saia benjol digebukin tetangga gara-gara ribut soto kan gak lucu. Akhirnya saia manut saja, mungkin kawan-kawan disini ada yang tahu bedanya soto lamongan atau soto suroboyo?

Hikmah yang dapat saia ambil:
“Apapun makanannya…sikaaat! Yang penting halal dan baik”

Advertisements

6 thoughts on “lamongan atau surabaya

  1. Pingback: balado gado-gado lontong « senitea's blog

  2. Pingback: mie ayam ‘iblis’ « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s