ayam ketemu sirsak


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (fpp.uai.ac.id)

Senin pas ba’da maghrib itu, saia dan kawan berencana pulang kantor. Sekalian saia juga nebeng sama kawan sambil mau nyari buat bukaan. Sepertinya minum jus sangat menyegarkan, itu yang terlintas dipikiran saia ketika buka puasa. Hanya lagi-lagi saia kembali ditawari makan malam dikontrakan kawan saia. Walaupun Cuma nasinya ajah, tapi itu sangat berarti buat saia (setidaknya mengurangi uang makan malam..he). Dan kawan saia benar-benar tulus memberikan penawaran tersebut. Katanya nasi mah banyak, tapi lauknya ajah yang gak ada alias cuma buat seorang doank.

Yasudahlah, saia terima maksud baik kawan saia. Meluncur sekitaran jalan, mata tertuju pada sebuah warung ayam kremes. Diputuskan saat itu juga, kami berhenti. Sejurus kemudian memesan ayam kremes dan jus sirsak (akhirnya kesampean juga minum jus). Tidak lupa saia pun berusaha keras menawari balik kawan saia untuk memesan lauknya, dia bilang tidak usah. Terus saia bilang, “yasudah jusnya ajah gimana?”. Dia malah bilang, “udah gak usah..santai ajah, tar nyampe kontrakan udah ada jus stroberi”. Dalam hati saia berkata, “waah, jus stroberi? Massa? Mantaabs kayaknya”.

Dibungkuslah, ayam ketemu sirsak dalam satu kantong plastik putih. Setelah sampai kontrakan kawan, kalau saia langsung mengeluarkan beberapa ‘amunisi’ yang tadi sudah dibeli. Sedangkan kawan saia, masih bersiap-siap menghangatkan beberapa lauk untuk dirinya. Tak lama, sepiring nasih putih panas mengepul yang dibawakan kawan saia, saia letakkan dibawah. Sambil menunggu komando aba-aba makan, saia menyempatkan diri untuk melirik tivi. Aba-aba disampaikan dengan tegas, lalu saia pun makan dengan lahap. Padahal sebelumnya, pas kawan saia menghangatkan tadi saia sedang menyeruput habis jus sirsaknya. Hanya tinggal ayam kremes saja yang tergolek lemas dihadapan saia, tanpa ampun saia merobek, mencabik-cabik dan memakannya dengan nikmat. Apalagi campuran sambel merah (sayangnya bukan hasil ulekan) dan lalapannya, ikut terlindas habis oleh nafsu makan berbuka.

Setelah kami selesai makan, diteruskan dengan mengobrol lalu menonton cuplikan-cuplikan film dokumenter dan mendiskusikannya bareng-bareng. Pada saat itu kawan saia ternyata sedang membuat jus stroberi, bener-bener stroberi. Tadinya kirain hanya bercanda, tidak tahunya ia membuatnya langsung. Kombinasi yang pas antara sirsak dan stroberi, sayangnya sirsak saia sudah habis duluan. Akhirnya karena malam juga menurut saia sudah cukup larut dan kawan saia juga mau jemput istrinya, saia pun akhirnya pamit sambil mengucapkan terima kasih sama kawan setelah sebelumnya mencuci piring dan gelas dengan diam-diam. Semoga kebaikan kawan saia dibalas oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dengan berlipat ganda. Amiin.

Hikmah yang dapat saia ambil:
“Makan berjama’ah itu lebih nikmat lhoo.. dan kebaikan sekecil apapun insyaAlloh akan mendapat ganjaran setimpal dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala”

Advertisements

9 thoughts on “ayam ketemu sirsak

  1. Pingback: mie ayam ‘iblis’ « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s