nasehatnya imam al-ghozali


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (fukumitsu.blogspot.com)

Pertanyaan sederhana yang kadang kita sendiri sering salah menafsirkan pertanyaan itu. Sehingga berimbas pada bijak atau tidaknya jawaban yang kita keluarkan. Apakah itu pertanyaan seputar hidup atau tentang keseharian kita. Adalah Imam Al-Ghozali, yaitu sebuah nama yang tidak asing di telinga kaum muslimin. Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf. Beliau bernama Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath Thusi, Abu Hamid Al Ghazali (sumber: muslim.or.id)

Ada beberapa pertanyaan beliau kepada murid-muridnya ketika mereka sedang berkumpul, pertanyaan ini sebagai bahan renungan kita bersama upaya untuk menggapai ridho Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Saia kutip dari dudung.net, berikut beberapa pertanyaannya:

“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Alloh Subhanahu Wa Ta’ala bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

“Apa yang paling besar di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

“Apa yang paling berat di dunia ini?”

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban mereka benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Alloh Subhanahu Wa Ta’ala meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

“Apa yang paling ringan di dunia ini?”

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan Sholat”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

“Apakah yang paling tajam di dunia ini?”

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Bagaimana dengan keenam pertanyaan di atas? Saia yakin apa yang telah disampaikan Imam Ghozali kepada murid-muridnya tadi cukup jelas dan bijak bukan. Lalu langkah apa yang selanjutnya harus kita lakukan? Semoga senantiasa kita diberi kekuatan untuk selalu beristiqomah dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya.

Mudah-mudahan info lawas ini bermanfaat.

Advertisements

2 thoughts on “nasehatnya imam al-ghozali

  1. wah temanya ganti euy om, jadi pangling ni.

    kalo dosen ku mekanika fluida tiap hari mesti ngomong :
    “kata imam al ghozali kegagalan adalah kesuksesan tingkat nol” sampai apal hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s