pergi tuk selamanya


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (imgfave.com)

bulumu yang putih
mata merahmu yang indah
kadang tingkahmu lucu
menggemaskan hati siapa saja yang melihatnya

bertambah lengkap keluarga kecil itu
setelah lahirnya kamu yang mungil
memang kehadiranmu dulu sangat di nanti
ku yakin keberadaanmu membuat banyak arti

entah apa yang membuatmu
lahir dengan sedikit cacat waktu itu
andai saja aku tahu
tapi kamu tetap berjuang untuk hidup

kamu dan sodara lelakimu lahir bersamaan
berbeda ukuran
berbeda karakter
juga beda nasib

satu minggu-dua minggu kamu tumbuh
walaupun sedikit lambat dengan sodara lelakimu
tumbuh menjadi pendek dan kecil
tidak masalah untukmu

kamu menjalankan nasib dengan ikhlas
tiada keluhan yang terdengar
hanya aku saja yang sedih melihatmu
tampak begitu kesulitan menghadapi hidup

namun kamu terlihat tegar
bulu putih yang indah
dengan mata merah itu
ukuran tubuh yang mungil

aduuh..tidak henti-hentinya aku bercanda
denganmu atapun dengan sodara lelakimu
yang begitu kontras denganmu
tubuh tinggi, gemuk, lincah

hari itu aku sendiri tidak tahu
pun keluargaku tidak tahu
kamu merintih kesakitan
mengerang, menjerit menahan luka

luka yang begitu menganga
dilehermu ada semacam luka parah
akibat gigitan dan cakaran sesuatu
daging di sekitar leher dan kepalamu
begitu jelas terlihat

tak tega sebenarnya aku
sedih melihatnya kamu
tapi kamu masih tetap saja
bertahan untuk hidup

begitu nyata perjuangan hidupmu
sampai akhirnya berita itu terdengar
ditelingaku sendiri
berita kematianmu

Deeggh..
rasa sesak memenuhi rongga dada
kamu telah pupus
sedih hati rasanya kehilanganmu

kini, sodara lelakipun kesepian
ku yakin ia mencari-carimu
di depan pusaramu
ku berdo’a mudah-mudahan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menjadikanmu penghuni surga

terima kasih atas kehadiranmu
maaf jika aku (dan keluarga) tidak merawatmu dengan benar
kamu pergi tuk selamanya
selamat jalan kelinciku

(diilhami oleh matinya salahsatu anak kelinci kami. Ibu bapak kelinci itu saia beri nama ‘dadang’ dan ‘neneng’ sedangkan anak-anaknya diberi nama oleh adik saia ‘lulu dan lolo’. Yang mati si lulu ini, mungkin akibat luka yang dideritanya. Luka yang entah kami pun tidak tahu apa sebabnya.niat saia hanya ingin berbagi saja, karena hewan bukan saja peliharaan bagi saia, melainkan juga sahabat dan kawan ngobrol serta bercanda kami)

ini sebagian penampakkannya:

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

5 thoughts on “pergi tuk selamanya

  1. aih lucu, gemes *cubit2 pipi yg mpunya* #eh kelincinya maksudnya 😀
    saya juga dulu punya kelinci mas,dan kelinci saya lebih besar mas, dan berani sama kucing, ndak doyan wortel atau sayur, makanya saya bingung, dulu sih saya kasih uang jajan aja biar dia cari jajan sendiri

    eh itu kelinci apa ponakan saya yah, lupa saya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s