benar-benar tak terduga


sedikit berbagi, begitu berarti…

Malam 1

illustrasi (zazzle.com)

Pulang kerja, tepatnya ba’da  isya’ bersama kawan saia meluncur ke sebuah pusat perbelanjaan. Tadinya emang saia mau sekedar survei dulu mengenai lemari tambahan buat di kontrakan. Dulu waktu di kontrakan lama, saia bagai dimanjakan oleh pemilik kontrakannya. Mulai dari kasur empuk, lemari kayu yang lumayan membantu, meja tivi, gorden jendela sampai gayung kamar-mandi pun sudah ada. Enak bukan? Kita tinggal santai, tidak usah pusing dengan kebutuhan yang tadi itu. Hanya mencari pelengkapnya saja. Saat pindahan kemarin, saia ditawari kembali untuk membawa barang-barang seperti kasur, lemari kayu dan meja. Namun dengan halus saia menolaknya, dengan alasan bahwa kalau semua barang ada dikontrakan saia sama sekali tidak mempunyai hasrat untuk membelinya. Jadi dengan asumsi bahwa kalau kita tidak punya barang, otomatis kita pun ingin mempunyai dan memiliki barang yang bersangkutan.

Nah malam itu, saia dan kawan berkeliling dipusat perbelanjaan. Dengan sedikit kepayahan, saia membandingkan antara lemari kayu dan plastik mana  yang lebih baik. Dari segi harga, memang lemari kayu lebih murah daripada plastik. Cuma masalahnya kayu lebih berat dari plastik (tentunya). Dan mungkin sebenarnya pasti ada sedikit atau tidaknya pengaruh jenis lemari yang akan digunakan untuk pakaian, entah itu dari kesehatan, kebersihan dll. Kalau ada yang tahu mengenai hal tersebut, mohon dishare di sini yah.  Kurang lebih sekitar 30menit, saia rasa sudah cukup surveinya. Hasilnya berupa list price buat perbandingan.

Lalu pulanglah kami, sebelumnya mangkal dulu ditukang ‘nasgor’ depan masjid besar. Setibanya saia dikontrakan, ternyata tak disangka tak diduga sama sekali. Ibu kontrakan menyuruh saia untuk membawa lemari kayu sedang dengan tiga sekat didalamnya untuk dibawa ke kamar. Katanya buat sementara saja, daripada belum ada lemari. Saia pun jadi salahtingkah tidak enak, yang pada akhirnya menggotong sendiri lemari kayu yang lumayan berat ke lantai 20 (sebenarnya lantai 2). Dengan nafas tersengal, saia sukses membawanya ke atas kemudian dibersihkan dan besoknya kontrakan saia di re-layout lagi. Alhamdulillah.

Hikmahnya yang dapat saia ambil :

“Alloh Subhanahu Wa Ta’ala itu sungguh maha mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita, mungkin caranya saja yang berbeda dan tidak disangka-sangka.”

dilanjut ceritanya ke malam 2

Advertisements

2 thoughts on “benar-benar tak terduga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s