putra-putriku, jangan lupakan kami


sedikit berbagi, begitu berarti…

illustrasi (sikibasn7.blogspot.com)

Alhamdulillah, jum’at yang cerah. Memulai aktivitas dengan penuh semangat, berharap hari ini lebih baik dari hari kemarin dan begitu seterusnya. Kawan, tidakkah kita ingat tentang suatu masa dimana saat kita kecil dulu? Aah, mungkin sudah 15, 20, atau 30tahun yang lalu. Merengek di depan orangtua, meminta barang-barang kesukaan kita. Pokoknya harus dipenuhi saat itu juga, tanpa peduli bagaimana kesusahan orang tua kita dulu. Terbayangkah wajah penuh kasih sayang itu? Betapa mulia dan baiknya orangtua kita. Mereka selalu berusaha membuat putra-putrinya bahagia, entah apa pun caranya. Tak perduli hujan ataupun kepanasan, mereka selalu ada buat kita. Seiring berjalannya waktu, putra-putrinya pun beranjak dewasa, menikah dan mempunyai kehidupan sendiri. Saat itu pula orang tua kita, wajahnya terlihat sendu dan dibalut kulit yang mulai keriput. Dengan rambut putih dan berbicara terbata berjalan dengan sekuat tenaga, kadang mereka jatuh. Aah, mungkin kita tahu pengorbanan mereka dulu, tapi kita tidak cukup mau membalasnya. Di saat putra-putrinya anteng dan khusyu’ serta disibukkan masalah duniawi, sedikit demi sedikit kita  mulai melupakan keduanya (orangtua).

Orangtua yang telah melahirkan kita, merawat dan membesarkan dengan dekapan kasih sayang yang tak terbayangkan. Orangtua yang selalu berusaha ada buat putra-putrinya, memenuhi setiap permintaannya. Terlupa begitu saja, terlantar seperti tidak terurus. Naudzubillah, semoga kita tidak termasuk putra-putri seperti itu. Memang masalah duniawi, tidak akan ada habisnya sampai tutup usia kita. Tetapkanlah prioritas kita, berbaktilah kepada keduanya, berbuat baiklah selama masih ada waktu. Isilah sisa-sisa harinya dengan curahan kasih sayang yang melimpah. Jangan sekali-kali kita menyakitinya, membantahnya selama itu tidak bertentangan dengan syariat islam.

Coba tengok kembali, bagaimana kedua orangtua kita. Sehatkah mereka? Bahagiakah mereka? atau malah sebaliknya mereka terisolasi dari kehidupan kita. Jangan tunda lagi, segera hampiri dan peluk mereka, hapus air mata dari mereka. Yakinkan bahwa kita anak berbakti, yang tidak hanya tahu pengorbanan apa saja yang telah keduanya berikan. Tetapi kita juga paham bagaimana kita membalasnya. Buat orang tuanya yang masih ada, bersegeralah berbuat baik kepada keduanya karena kita tidak akan pernah tahu tentang masalah ajal. Buat orang tuanya yang sudah meninggal, rajin-rajin mengirim do’anya padanya, berziarah ke makamnya dan berbuat baik dengan sanak saudaranya. InsyaAlloh do’anya anak soleh-solehah jadi amal jariyah buat kedua orangtua kita. Amiin.

Buat Bapak sama Ibuku, aku cinta kalian karena Alloh Subhanahu Wata’ala. Maafkan atas banyak khilafku terhadap kalian selama ini, semoga Alloh Subhanahu Wata’ala membalas semua kebaikan kalian dengan berlipat ganda. Mudah-mudahan kita semua dikumpulkan di Jannah-Nya. Amiin. 

When you look at your life,
the greatest happinesses are family happinesses.
~Joyce Brothers
Advertisements

4 thoughts on “putra-putriku, jangan lupakan kami

  1. Pingback: reva dan gadis cantik « senitea's blog

  2. Pingback: indonesia tanpa rokok « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s