ngerujak siang-siang


sedikit berbagi, begitu berarti…

Waah, tadi siang tempat kami sempat diguyur hujaan. Mana jam istirahat, jadi malas untuk beli makan di luar. Akhirnya ku putuskan tidur sejenak di temani suara rintik-rintik hujan itu. Diriku yang ‘terlelap’, tiba-tiba terbangun lagi karena hujannya juga sudah berhenti. Lalu dengan cepatnya berganti terik matahari yang sedikit menyorot ruangan kerja. Menjadi silau jadinya. Seiring hujan yang reda, saia pun kemudian sholat dzuhur. Setelah itu, menduduki kembali kursi ‘goyang’ depan sebuah teman yang bernama ‘laptop’.

Tidak disangka dan tidak dinyana, tiba-tiba teman saia membawakan rujak yang memang tadi siang sempat kami obrolkan. Langsung saja, air liur ini menetes tanpa disadari. Melihat potongan-potongan kecil jambu aer, bengkoang, pepaya, belimbing juga kedongdong yang dibalut dan dipadukan dengan sambal kacang gula merah (aren) membuat saia menelan ludah berkali-kali.

rujak

rujaak bikin ngiler

Hhhm…enaknyooo, mari kita ‘kemon’ menggasak apa yang telah tersaji depan mata.ย Itadakimasu, tak lupa basmallah dalam hati.

Advertisements

14 thoughts on “ngerujak siang-siang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s