takwil mimpi rasulullah


sedikit berbagi, begitu berarti…

dream

illustrasi (fromstudiotoclassroom.com)

Samurah bin Jundub ra. berkata, “Adakah diantara kalian yang bermimpi?” Lalu bila ada di antara mereka yang bermimpi, maka dia akan menceritakan mimpinya. Pada suatu hari, Rasulullah SAW bercerita, “Semalam saya (bermimpi) di datangi dua orang dan membangunkanku, seraya berkata, “Pergilah!”

Maka saya pergi bersama keduanya. Akan tetapi, tiba-tiba kami bertemu dengan orang yang sedang berbaring sementara yang lainnya berdiri membawa batu besar, lalu memukulkan batu besar itu di atas kepala si orang yang sedang berbaring, sehingga pecah dan batu menggelincir di tanah. Namun, beberapa saat kemudian, kepala yang pecah itu kembali utuh seperti semula. Lalu batu itu diambilnya dan dipukulkan lagi ke kepala tersebut. Hal ini dilakukan berulang-ulang.

“Subhanallah, siapakah kedua orang itu?” kataku (yakni Nabi) bertanya.

“Pergilah terus!” jawab kedua orang yang bersamaku itu.

Kami pun meneruskan perjalanan. Hingga akhirnya kami bertemu dengan orang yang satu terlentang dan yang satunya berdiri diatasnya memegang bantolan besi. Sesaat kemudian, bantolan besi itu diletakkan di bibir (sebelah kanan) orang yang tidur terlentang, lalu ditarik ke samping hingga ke belakang. Akibatnya, pipi, hidung dan matanya (yang kanan) pindah ke belakang. Kemudian berpindah ke sebelah kiri dan diperlakukan sebagaimana yang kanan tersebut. Tapi anehnya, bila yang sebelah ditarik ke belakang yang sebelahnya lagi telah pulih. Sehingga kejadian ini dilakukan oleh orang yang membawa bantolan besi berulang-ulang.

Aku (Nabi) pun lantas bertanya, “Subhanallah! Siapakah kedua orang ini?”

Kedua orang yang bersamaku itu tidak menjawab, malah sebaliknya berkata, “Pergilah terus!”

Kami kembali meneruskan perjalanan hingga sampai di sebuah tempat mirip dapur api yang di dalamnya terdengar sangat ramai. Kami lalu mengintainya. Tiba-tiba di dalamnya terlihat ada laki-laki dan wanita yang sedang telanjang. Sementara dibawahnya ada api yang menyala-nyala. Bila api tersebut berkobar dari bawahnya, mereka langsung menjerit. Aku kembali bertanya kepada kedua orang yang bersamaku tersebut, “Siapakah mereka?”

Lagi-lagi keduanya berkata, “Pergilah!”

Maka kami pun segera pergi sehingga sampai di sungai merah bagaikan darah. Di dalam sungai ada orang yang berenang-renang. Sedang ditepi sungai ada orang yang menghimpun batu. Maka bila orang yang berenang-renang itu menuju ke tepian dan membuka mulutnya, ia lalu diberinya batu. Setelah itu berenang lagi ke tengah. Namun sesaat kemudian, orang tersebut berenang ke tepian lagi dan disuapi dengan batu lagi.

Aku bertanya lagi, “Siapakan kedua orang itu?”

Tetapi orang yang bersamaku itu kembali berkata, “Pergilah!”

Kembali kami meneruskan perjalanan hingga sampai bertemu dengan orang yang sangat jelek bentuknya sedang menyalakan api di sekitarnya.

Aku bertanya, “Siapakah itu?”

“Pergilah terus!” kata keduanya.

Kami pun lalu berjalan hingga sampai di kebun yang sangat subur sekali tanamannya. Di dalamnya terdapat bunga-bunga. Di depan kebun ada orang agak tinggi hampir tidak dapat dilihat kepalanya karena tinggi menjulang ke langit, sementara disekitarnya terdapat anak-anak yang banyak sekali.

Lalu aku bertanya lagi, “Siapakah mereka itu?”

“Pergilah terus!” kata keduanya tetap seperti semula.

Segera kami pun meneruskan langkah hingga tiba di sebuah taman yang sangat besar. Belum pernah aku melihat taman besar dan seindah itu. Lalu aku diperintah, “Naiklah!”

Kami naik hingga sampai di sebuah kota yang bangunannya dari bata emas dan perak. Ketika kami sampai di pintu gerbang kota, kami minta dibukakan pintu tersebut. Saat pintu terbuka, kami disambut oleh beberapa orang laki-laki yang bagus-bagus dan ada juga yang jelek-jelek. Tetapi, mereka yang jelek itu diperintah mandi disungai yang membentang. Airnya sangat jernih sekali. Sekali mandi di sungai itu, wajah-wajah mereka berubah menjadi indah.

Lalu kedua orang yang membawaku itu berkata, “Inilah surga, jannatu adn. Di sinilah tempatmu.“ Maka aku melihat ke atas, mendadak terlihat olehku gedung bagaikan awan putih.

“Itulah istanamu!” kata kedua orang itu menerangkan.

“Semoga Alloh memberkahi kalian berdua. Izinkan aku memasukinya!”

“Kini belum waktunya. Akan tetapi pasti anda akan memasukinya,” jawabnya.

“Semalam ini aku melihat yang aneh-aneh! Maka apakah (arti) semua yang aku lihat ini?” tanyaku (Nabi SAW).

“Kini akan aku jelaskan,” jawab keduanya,

“Pertama, orang yang dipukul kepalanya hingga pecah dengan batu, maka orang itu orang yang mengerti Al-Qur’an, namun mengabaikannya dan juga meninggalkan sholat fardhu.

“Adapun (yang kedua) yakni orang yang ditarik sebelah mukanya ke belakang juga hidung dan matanya, maka itu (pertanda) orang yang keluar rumah lalu membawa berita bohong sehingga tersebar ke semua penjuru.

“Ketiga, orang laki-laki dan wanita yang berada di dapur api, maka itu (perlambang) bagi laki-laki dan wanita pelacur.

“Keempat, orang yang berenang dalam sungai darah dan diberi makan batu adalah rentenir (pemakan riba).

“Kelima, orang yang jelek mukanya (seram) dan menyalakan api di sekitarnya itu adalah Malaikat Malik, si penjaga Neraka Jahanam.

“Keenam, orang yang tinggi di kebun, maka itu Nabi Ibrahim AS. Adapun anak-anak yang disekitarnya, mereka adalah anak-anak yang mati dalam fithrah (masih kecil yang bersih dari dosa).

Mendengar penuturan Rasululullah SAW seperti itu, sebagian sahabat lalu bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan anak-anak orang kafir?”

“Begitu juga anak-anak orang kafir,” jawab Rasulullah SAW.

“Ketujuh (yang terakhir) orang-orang yang sebagian bagus-bagus dan sebagian jelek-jelek, maka mereka itu orang-orang yang bercampur amal baiknya dengan dosanya, tetapi Alloh memaafkan mereka.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam.
Mudah-mudahan bermanfaat.

Di ambil dari:
Abu Nawas dan Telur Unta oleh Imam Musbikin
Hal.93

Advertisements

3 thoughts on “takwil mimpi rasulullah

  1. Pingback: jangan jadi ‘KEBO’ « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s