beli satu dapat tiga


sedikit berbagi, begitu berarti…

beli1-dapat3

illustrasi (foreclosurewholesalesystem.com)

Malam tadi, saia sengaja keluar dari kontrakan mungil untuk belanja ‘bulanan’ sekalian cari makan malam. Ba’da maghrib, dimana kebetulan pulang ngantor juga lebih cepat karena opisboi-nya lagi pulkam. Saia keluar, mengajak reva tentunya. Keluar dari kontrakan mungil berpapasan dengan pemilik kontrakan, dag..dig..dug tidak jelas, kirain saia mau nagih uang ‘bulanan’ tapi cuma nanya mau kemana, “Mau nyari angin pak, barangkali ketemu sesuatu…” saia jawab sekenanya.

Meluncur saia bersama reva, dengan ‘gembolan’ didepan melindungi switer tipis dari dinginnya angin malam yang begitu menusuk. Berjalan perlahan, mencoba benar-benar menikmati perjalanan malam hari yang ditemani cahaya lampu jalan yang berpendar dengan kerlipan lampu motor atau mobil yang berlawanan arah. Mengambil arah yang berbeda dengan biasanya, ku mencoba rute baru dimana sepanjang jalan berjajar rapi pohon-pohon besar yang cukup ‘angker’. Ternyata jalan itu tembus ke jalan raya sehingga saia memutar tidak jauh untuk sampai di tujuan.

Sekitar 15menit, saia sampai juga disalahsatu pusat perbelanjaan di ‘lembah buluk’ dengan diawali kesalahan saia yang mau menuju ke parkiran, eh malah ke pintu keluar. Maklum, baru kali kedua saia ke situ lagi. Akhirnya memutar arah lagi, masuk jalur antrian mengambil tiket parkir. Woow, saia baru ingat ternyata parkirnya ‘gretong’. Lahan parkir yang dipenuhi ratusan motor, seperti sesak karena tidak seimbangnya luas lahan dan jumlah motor. Saia pun akhirnya dengan sabar mencari tempat yang pas untuk parkir, setelah menunggu seorang bapak yang hendak keluar parkir saiapun dengan cekatan lalu mengambil alih lahan yang kosong itu. Reva akhirnya dapat beristirahat sejenak.

Singkat cerita, saia pun masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu. Langsung menuju lantai dua, kemudian menitipkan ‘gembolan’. Melesat ke dalam pusaran orang-orang yang ramai dengan kegiatan jual-beli atau hanya sekedar bergerombol melihat-lihat barang ‘idamannya’ entah itu elektronik, pakaian, furniture sampai makanan. Saia hanya lewat begitu saja, menuju tempat penanak nasi. Ya, saia perlu penanak nasi (kalo ada, orang yag nanakin nasinya), karena menjelang bulan puasa lumayan bisa menghemat pengeluaran, itung-itung buat bubur atau nasi uduk ntar di jual lagi deeh.

Di depan hamparan penanak nasi yang beraneka ragam variasi bentuk, merk ataupun harga. Saia tidak kebingungan untuk memilihnya, karena memang sebelumnya sekitar 3bulan berturut-turut saia selalu memantau harga untuk penanak nasi yang ‘itu’. Yang pasti perkembangan harganya, barangkali lagi ada diskon atau promo begitu. Eh, benar saja penanak nasi CRJ-612 yang dulu harganya sekitar 199rb, sekarang malah 169rb. Saia pun bertanya-tanya dengan seorang mbak yang jaga stand di situ. “Iyaa, Ka..lagi ada promo biasanya 199 tapi ini 169” dia menjelaskan. “Apalagi, kalau kaka mau tambah sekitar 39rb, maka dapat garansi selama 2tahun dengan segudang manfaatnya” tambah mba penjaga stand. Lalu saia menanyakan perihal tentang manfaatnya apa saja, setelah ditimbang-timbang tidak ada ruginya, toh saia bisa alasan untuk mengganti atau mendapatkan voucher senilai harga penanak nasi yang tadi ketika masa garansinya tiba.

penanak-nasi

ini penanak nasinya..:D

Langsung, saia pun melakukan transaksi. Karena saia tidak bawa troli, saia minta tolong mbaknya supaya barang itu di taruh saja di bagian informasi di depan pintu keluar. “Saia mau mutar-muter dulu mbak, jadi ntar saia tinggal ambil saja di bagian informasi” ucap saia pada mbaknya. Setelah itu, tak lama saia mutar-muter, karena memang tidak betah dengan suasananya saia menuju pintu keluar. Saia bertanya sama pak satpam, dimana meja informasi itu. “Di sebelah sana pak…” sambil menunjuk ke arah penitipan ‘gembolan’ saia. “Terima kasih pak…” balas saia pada pak satpam. Tadinya saia bingung, tempat penitipan tas sekaligus tempat informasi. Sambil saia mengambil ‘gembolan’ yang tadi dititipkan, saia pun menanyakan barang belanjaan dengan menyodorkan bukti pembayaran pada salah penjaga di situ. Penjaga disitu juga kebingungan, “Inikan tempat penitipan tas, biasanya barang belanjaan dibawa dari kasir, tidak ada sini..” ucap salahsatu penjaga. Nah looh, saia jadi ‘keder’ bagaimana ini..?” ucap saia dalam hati. Kemudian saia menjelaskan kronologisnya dengan jelas, lalu seorang mas-mas di depan TOA, ia memanggil ‘konsultan’ merk penanak nasi tersebut.

siruup a**

ini bonuusnya sirruup

Di tengah saia menunggu, si masnya pun bertanya. “Barangnya cos*** yaah..? Ini kita ada bonus sirup untuk produk tersebut..” Dengan raut muka sedikit heran bercampur senang gak jelas, saia menjawab “Yang benar mas…?” tanya saia penasaran. “Iyaa..betul, silakaan..” menyodorkan sirup itu. Bersamaan dengan datangnya penanak nasi saia pun memasukkan sirup ke dalam ‘gembolan’. Alhamdulillah, ku bersyukur dalam hati, beli satu barang yang lagi promo dan dapat garansi pula selama dua tahun ditambah bonus sirup satu botol.

Pulang dengan senyum mengembang, membawa reva keluar parkir dengan perlahan. Setelah itu mampir ke langganan ‘nasgor bola’, dimana ngobrolnya tidak jauh dari bola. Sampai kontrakan mungil, bebersih lalu isya’ dan kutulis cerita ini di depan jahilnya anak-anak ovj memainkan peran. Lalu kubenamkan diri dalam pelukan sebuah bantal sehingga terhanyut dan terbawa mimpi.

Advertisements

One thought on “beli satu dapat tiga

  1. Pingback: bukber dengan gadis imut « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s