maafkan dan lupakan


sedikit berbagi, begitu berarti…

“Mereka yang tidak bisa memaafkan orang lain, menghancurkan jembatan yang akan dilewatinya”
-Konfusius-

maaf-lupakan

illustrasi (soundwavemeditation.com)

Seperti biasanya, di akhir minggu Jaka dan sahabatnya Tino berjalan-jalan bersama menyusuri pantai dekat tempat tinggal mereka. Pembicaraan di antara mereka yang awalnya penuh gelak canda tiba-tiba berubah serius. Rupanya Jaka tidak sependapat dengan salah satu tindakan Tino di sekolahnya. Sebaliknya, Tino merasa Jaka tidak memberi dukungan kepadanya. Karena bersikukuh dengan alasan masing-masing, terjadilah perang mulut hebat. Tino kehilangan kendali dan memukul Jaka. Anehnya, Jaka diam saja dan tidak bereaksi. Ia mengambil sebuah ranting kayu dan menulis di pasir. “Hari ini Tino memukulku.” Ia menandai tempat itu dengan menancapkan kayu tersebut di pasir.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika mendaki jalan setapak di tebing batu karang, Tino tersandung batu dan nyaris tergelincir. Untunglah, secepat kilat Jaka memegang tangan Tino dan meraih sebatang pohon sebagai tumpuan. Tino pun terhindar dari petaka. Setelah hatinya tenang, Tino merogoh sebuah pisau lipat dari sakunya dan memahat permukaan batu cadas di dekatnya dengan tulisan, “Hari ini Jaka menyelamatkan nyawaku.” Sampai kapan pun tulisan itu akan tetap terpatri di situ.

Kedua laki-laki itu akhirnya tidak meneruskan perjalanan. Mereka memutuskan kembali pulang melewati jalur pantai. Ternyata, mereka melewati tempat pertama, ketika mereka berdua terlibat adu mulut. Tongkat Jaka masih tertancap di situ. Namun, kalimat yang tertulis sudah terhapus disapu ombak. Jaka mencabut kayu itu dan melemparkannya ke laut. Kedua sahabat itu kemudian berpelukan.

Inspirasi:

Jaka telah memberi pelajaran yang berharga. Setiap kepedihan, kemarahan dan kesengsaraan yang kita alami, pasti akan tersimpan dalam ruang hati dan pikiran. Sebuah ruangan yang sama tempat kita menyimpan kebaikan, kasih sayang dan maaf. Yang dilakukan Jaka adalah menambah rekening kebaikan. Sementara untuk semua kekecewaan dan penderitaan dibuang secepatnya.

Ada banyak cara untuk menyelesaikan konflik.

Kompromi
Lewat cara ini kita berusaha menjelaskan kembali bagaimana posisi kita dalam masalah ini. “Bro, saya tidak bisa meminjamkan catatan ini, soalnya bla…bla…bla…” Jadi, tujuan utamanya supaya pihak yang bersengketa saling memahami posisi masing-masing dan mencapai kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua pihak. Akan tetapi, tidak ada pihak yang memenuhi kemauan pihak lainnya dengan mengorbankan kepentingannya sendiri. Seperti gencatan senjata, tarik pasukan masing-masing.

Menghindar
Kalau ini, kita berusaha untuk menghindari konflik itu sebelum terjadi. Menjaga kata-kata, menjaga tingkah laku agar tidak menyinggung orang lain dan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Akomodasi
Kita beri apa yang dia mau, sederhananya seperti itu. Ngajak berantem, ayo…! Mau malak, “Nnih uang saya!” Pokoknya, apapun yang diinginkan salah satu pihak, si pihak lain memberikan dan memenuhi permintaan itu.

Memaksa
Kalau yang ini, kita berada di posisi yang cukup kuat, jadi bisa memaksa si pihak lawan untuk memenuhi semua kemauan kita. Istilahnya menyelesaikan konflik dengan cara yang kasar. Kita paksa orang tersebut untuk memenuhi tujuan-tujuan kita.

Kolaborasi
Nah, ini adalah solusi konflik dengan cara yang mirip kompromi. Akan tetapi, sebuah kompromi terjadi, kedua belah pihak saling membantu agar tujuan masing-masing bisa tercapai. Atau dengan istilah lain, bekerjasama.

Semoga semua jenis solusi konflik ini bisa membantu kita, bukan untuk bikin konflik, tapi menyelesaikan konflik yang terjadi dalam kehidupan kita ini. Ada hal penting yang perlu diingat, orang-orang bijak memiliki perbendaharaan maaf yang amat banyak. Sebuah kerugian besar kalau kita terus menerus menoleh ke belakang, padahal di depan ada pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting menunggu kita.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Di ambil dari:
Snack For The Soul oleh A.Puryan “Blitzer”
Hal.149

Advertisements

6 thoughts on “maafkan dan lupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s