tato kacang ijo


sedikit berbagi, begitu berarti…

tehmanis-wafer

teman setia kala maghrib

Benar-benar berkah, InsyaAlloh. Kembali kisah ini kutuliskan, tidak alasan lain karena hanya ingin berbagi saja (walaupun judul sama isi kurang sinkron). Buka puasa dengan teman setia, teh manis anget. Namun ada yang beda kali ini, teh manisnya tidak sendirian. Ada sebungkus wafer yang ditawarkan temanku, sontak saja ku tidak keberatan sama sekali, malahan bersyukur. Satu lagi temannya teh manis, yaitu beberapa potong ‘gorengan’, sebelumnya kita urunan. Rupanya buka puasa tadi malam itu, ku juga tidak sendirian, temanku juga berpuasa. Makin lengkaplah keberkahan karena kebersamaan berbuka dengan teman. Walaupun dengan seadanya, dimulai kuseruput teh manis yang masih anget, disusul gigitan kecil pada wafer, sesekali kucelupkan wafer itu kedalam teh manis, sehingga lebih makin terasa sensasi wafernya (berlebihan). Kemudian ku mengambil sepotong ‘gorengan’ tahu isi, yang emang cuma satu-satunya. Makan dengan perlahan, benar-benar nikmat disela obrolan ringan dengan temanku.

Satu potong tahu isi sudah membuatku begitu ‘kenyang’, alhamdulillah. Akhirnya ku menunaikan kewajiban diwaktu maghrib, masih dalam rangka belajar untuk khusyu’ dalam setiap ibadahku, ku tahu masih jauh dibandingkan khusyu’ yang sebenarnya, hati ini seringkali terlalu memikirkan hal-hal duniawi, walaupun itu sedang menghadap-Mu. Maafkan ku Ya Alloh, diri ini masih tertatih dan terbata untuk meraih ridho-Mu, berjuang istiqomah di segala aktivitas-aktivitasku. Berusaha menjaga fithrah keindahan dan kehormatan agama-Mu.

ngaskus

illustrasi (commons.wikimedia.org)

Bukankah, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Ya, aku sedang berusaha untuk itu. “Sebesar dzarrah pun diperhitungkan…,” lantunan snada kembali menelusup pikiranku. Kembali ke cerita, setelah maghrib selesai ku menghadapkan diri ke depan laptop yang masih menyala, sebelumnya ku mengambil lagi satu ‘gorengan’ tempe. Dengan santai mengunyah, sambil ‘ngaskus’ dan berselancar ke beberapa situs. Tapi tidak lama, ku sudahi saja kegiatanku dengan menutup semua program yang terbuka dan menunggu beberapa saat hingga tertutup semua, maklumlah laptopnya seperti valentino rossi lagi nggowes becak dan dibecaknya ada dua ibu-ibu gemuk sama barang bawaan dari pasar (coba bayangin dulu), dah gitu malah jalanannya macet dan ditilang polisi pula. Yah, seperti itu laptopku. Setelah akhirnya tertutup semua dan shutdown by itself , kemudian membereskan gembolanku.

Tadi malam, ku tidak hunting makan malam sama temanku. Melainkan dengan sahabatku sendiri, reva. Meluncur ba’da maghrib, disambut oleh dinginnya angin malam yang menusuk cuma sampai kulit, tapi kencangnya itu loh..lumayan buat maen layangan mah -langsung terbang atau malah langsung putus benangnya-. Memang sudah direncanakan, bersama reva akan meluncur ke tempat capcahaaaiii (gaya sule-andre ovj) tapi capcahaaaiiinya kawe alias bukan original capcay quality (menurut orang lain).

Tidak masalah buatku, toh bahan serta rasanya hampir sama dengan yang original. Berhenti di tempat langganan, seberang sebuah mesjid besar. Ku mendekati masbro sama mba-sis tukang capcahaaaiii. Memesan capcahaaaiii bening, gak pake saus, sambel tapi pake (nah lho) dengan kuah tidak terlalu banyak. Tidak berapa lama, pesanan pun datang sudah terbungkus rapi oleh plastik transparan. Dengan membayar kurang dari 10rb untuk satu porsi saja, langsung  ku meluncur ke kontrakanku. Sebelumnya kuberhenti dulu di tukang bubur kacang ijo, biasa beli cemilan buat sahur. Eh, pas turun pake acara kaki kena knalpot lagi..wadduh, ‘tato’nya dikaki tambah lagi deeh. Aneh, padahal reva dah kumandiin lhoo, mungkin aku saja yang kurang berhati-hati.

capcay-kawe

capcahaaaiii kawe

Kacang ijo tanpa santan pun masuk ‘gembolan’. Hmm, tato kacang ijo (manteeplah). Sampai dikontrakan, mengobrol sebentar dengan pemilik kontrakan, ‘ngalor-ngetan’, ‘ngulon-ngidul’ gak jelas. Bebersih, isya lalu menyantap sepiring capcahaaaiii kawe, ditemani pertandingan indonesia vs intermilan. Pertandingan yang seruu (bagi yang ngerti), dimenangkan tentunya oleh pihak intermilan dengan skor 3-0. Hingga pertandingan selesai, kupun menulis kisah ini sebagai pengantar tidur dimana saat bersamaan hujan turun seakan memberi kesejukan dalam kontrakan mungilku. Alhamdulillah.

Advertisements

2 thoughts on “tato kacang ijo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s