dari teh manis hingga ke dubai


sedikit berbagi, begitu berarti…

Hari kedua berpuasa dibulan rajab, alhamdulillah ada berkah tersendiri. Ini kisahku ketika sehabis berbuka, seperti biasa teh manis anget selalu menemani, meredakan tenggorokan yang kering dan membangkitkan semangat kembali.

teh-manis

illustrasi (dennyraditya73.wordpress.com)

Entahlah, kenapa setiap mengkonsumsi yang manis, apa itu minuman ataupun makanan. Secara tidak langsung menstimulasi tubuh kita menjadi lebih segar, semangat atau apalah namanya. Ini efek dari glukosa yang terkandung dalam gula atau hanya sekedar sugesti saja. Hmm, bagaimana ketika kita berjumpa lawan jenis yang menurut kita manis…??apakah akan sama efeknya??ku rasa, hanya kita sajalah yang tahu.

Balik lagi saat berbuka tadi malam, cukup dengan segelas teh manis saja sudah membuatku merasa ‘kenyang’. Sehabis maghrib,  biasanya pulang ‘ngantor’ hunting makan malam. Seperti kemarin makan malam yang berakhir di tempat kita dulu beli capcay, namun kali ini kita beli nasgor saja. Pilihan jatuh pada nasgor ati ampela yang harganya pas dengan kantong saat-saat tanggal segini. Berbeda dengan tadi malam, ketika pulang dengan ‘petir’ temanku menawarkan untuk makan malam dikontrakannya.

“Adduuuh..sepertinya ngerepotin mulu” ucapku pada temanku. Dengan santai ia menjawab, “udaah..tenang ajah”. Bukannya begitu, masa ku yang belum nikah begini, selalu ngerepotin orang yang udah nikah mulu dehh, gak dikantor maupun dirumah. Hmmm, yasudah.. daripada ku menolak rezeki, kan tidak baik. Kemudian pulanglah kita dengan ‘petir’ temanku. Jarak yang hanya kurang dari 800meter antara kantor dengan kontrakan, ditempuh kurang dari 10menit saja.

Istri temanku memang tidak ada dirumah, karena pulangnya malam. Tetap saja, ku selalu canggung dan merasa tidak enak kalau sudah masuk kediaman teman yang sudah berumahtangga. Datang, dengan cekatan temanku langsung menghangatkan sayur sop lalu kemudian menggoreng dua potong ayam. Disusul kemudian menghangatkan sambel buatannya. Terakhir ia pun menyajikan sebuah nasi keatas piring yang kutahu bahwa ternyata, nasi dalam penanak-nasinya sudah habis untuk makan kita berdua.

sayur-sop

illustrasi (tummyteaser.blogspot.com)

Makin tidaklah enak aku, “nanti, istrimu makan paan…?? tar marah lagi, koq nasinya habis mas..” ku bayangkan istrinya ngomong begitu. Namanya juga temanku, seperti biasa ia menanggapi pertanyaanku dengan ringan “udeeehh..gak apa-apa”. Tersaji sudah sepiring nasi dengan sepotong ayam goreng, semangkuk sayur sop dengan limpahan daging sapi juga beberapa irisan wortel dan kol, ditambah segelintir kacang merah yang dibalut dengan daun bawang juga tak lupa sambelnya. Makan malam yang komplit menurutku, berbuka dengan hal itu, membuatku mengucap syukur beberapa kali dalam hati. Temanku itu sungguh baik, semoga Alloh SWT membalas kebaikannya, apalagi ia sudah memberi makan orang berpuasa. Aamiin.

Selesai makan, karena memang merasa tidak enak. Dulu sih sewaktu ia belum nikah, biasanya ku mencuci semua piring bekas makan yang ada diwasstafel kamar mandi. Tapi sekarang, karena tidak usah katanya. Daripada tidak sama sekali, yaa..aku pun mencuci cuma dua piring, dua sendok dan satu mangkuk saja. Itupun diam-diam. Sehabis kegiatan cuci-menyuci, temanku menyetel sebuah film dokumenter. Ini salahsatu kebiasaan kita, memang tidak ditentukan kapan waktu pastinya untuk menonton, kadang ketika dikantor atau lebih sering ketika ku mampir ke kontrakannya. Film dokumenter tentang banyak hal, mulai dari flora-fauna, bumi sampai seluk-beluk dunia angkasa (galaksi,perjalanan kebulan dsb). Tadi malam film dokumenternya tentang evolusi perkembangan gedung-gedung pencakar langit yang ada di dunia (film lawas). Menambah sedikit lagi wawasanku, walaupun kadang banyak bertanya pada temanku, maklum filmnya gak ada subtitlenya (full english), notebene cah ndeso yang kurang jago inggrisnya, angguk-angguk mengerti saja. Tapi kalo bahasa lain mah lewaaat..(maksudnya tambah gak bisa).

tallest-building3

illustrasi (skyscrapercity.com)

Di film tersebut (skycrapper) perkembangan gedung pencakar langit yang ada didunia dari dulu hingga sekarang seperti Equitable Life Building (43mtr), Fuller Flatiron (87mtr), United Nation HQ (168mtr), World Trade Center (417mtr), Sears Tower (442mtr), Taipei 101 (509mtr)  dan Burj Dubai (828mtr) . Beberapa evolusi penting dalam pembangunan gedung pencakar langit antara lain:
1. Mobility -> dulu belum ada lift dalam gedung, kemudian dikembangkanlah lift dari yang sederhana sampai yang canggih.
2. Material -> penggunaan material baja yang berkualitas untuk pondasi.
3. Heat -> bagaimana caranya mengurangi radiasi sinar matahari.
4. Speed -> bagaimana membangun dengan waktu yang cepat menggunakan alat-alat berat seperti crane dsb.
5. Wind -> bagaimana struktur gedung dalam mengatasi masalah angin.
6. Earth Quake -> bagaimana struktur gedung yang baik dan tahan terhadap goncangan ataupun gempabumi.

Pokoknya seperti itulah, ku juga rada bingung jelasinnya. Intinya adalah untuk membangun gedung-gedung pencakar langit, harus di perhatikan faktor-faktor di atas. Malah sekarang akan (atau sudah) dibangun lagi yang lebih tinggi lagi dari Burj Dubai, yaitu Kingdom Tower (1km) di Jeddah.

tallest building -new

illustrasi (muslimvillage.com)

Tidak sampai disitu keramahan dan kebaikan temanku dalam menjamu tamu, ditengah kita nonton pun. Ia mengeluarkan sebungkus coklat kecil warna-warni yang didalamnya ada secuil kacang. Hmm, tambah lupa diri deh diriku. Daripada tambah tidak enak, sehabis film tersebut udahan aku pamit sambil gak henti-hentinya bilang makasih banyak buat jamuannya, thanks a’lot, barakallah feek dan yang terakhir Jazakallahu Khoir sambil berlalu. Ku berjalan keluar menuju kontrakanku yang berjarak tidak sampai 15meter.

Malam tadi,ku benar-benar bersyukur sekali. Alhamdulillah, “Nikmat Tuhan manalagi yang kamu dustakan?” Sayup-sayup terngiang surat Ar-rahmaan, malu dan tunduk rasanya hati ini. Sampai kontrakan, ‘bebersih’ lalu isya, seraya melantunkan beberapa do’a. Hingga ku menulis kisah ini dan akupun terlelap dalam balutan mimpi-mimpi malam.

Advertisements

6 thoughts on “dari teh manis hingga ke dubai

  1. saia juga mau dongg diajak kerumah temennya biar disuguhin makanan dan pelajaran yg serupaa 😀

    yah, bersyukurlah! maka dengan bersyukur, maka ALLAH akan melipatgandakan rezeki kita. Bukankah bersyukur bukanlah hal yg sulit ? 🙂

    • boleh-boleh…:)
      betuul..”all the time we have say thanks to Alloh SWT”
      kadang yang mudah bisa jadi sulit..dan
      yang sulit bisa jadi mudah..tanya kenapa..??

  2. ehm..ehm..ehm..
    masnya nulisnya apik yoo, mulai dari makan ampe gedung ampe pelem ditampung hehhee, yah lah mas, nikmat Tuhan yg mana lg kamu dustakan? tidak ada mas, saya bersyukur bisa baca tulisan ini dengan penuh nikmat, *nyeruput kopi*

    loh kok ndak puasa saya? oppsss, ketaun deh :p

    • apik opone mas..semrawutz.
      saia juga bersyukur bisa balas ini komen.
      kopinya jangan di abisin mas..:D

      #smbil-nungguBedug

  3. Pingback: ayam ketemu sirsak « senitea's blog

  4. Pingback: coklatku, teman setiaku « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s