shaft sholat dan ilmu


sedikit berbagi, begitu berarti…

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah”

اطْلُبُوْا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

“Tuntutlah ilmu dari buain sampai ke liang kubur”

Sholat jum’at kemarin berada di tempat dan suasana yang berbeda. Ya, jum’at kemarin ku memang sudah ada di gubuk-reot, tempat tinggalku. Mesjid yang berada sekitar 500 meter dari gubuk-reot, berada hampir di tengah perumahan dan menyatu dengan taman kanak-kanak.

Ada  intermezo unik mengenai sholat jum’at kemarin, dimana mesjid yang begitu luas dengan interior kaligrafi bertintakan perak, dinding yang beralaskan keramik merah, serta karpet yang berwarna merah muda menambah kombinasi warna-warni yang teduh, nyaman dan ventilasi dari jendela belakang yang terbuka, semakin menambah betah untuk berlama-lama dalam mesjid tersebut. Tapi sayang dan mengherankan, dari setengah jam sebelum masuk jum’at, pintu mesjid pun baru pertama kali dibuka, belum ada sama sekali jama’ah jum’at, baru beberapa menit kemudian jama’ah pun sedikit-sedikit mulai berdatangan. Tapi tetap saja, mesjid yang luas itu pun masih terlihat jompang, beberapa  shaft seperti tidak ada penghuninya. Lebih banyak penghuni shaft belakangnya daripada yang depan ataupun tengah.

shaft-kosong-dalam-mesjid

illustrasi (sejarah.kompasiana.com)

Apakah ini imbas dari liburan panjang, sehingga mungkin warga sekitar banyak juga yang liburan ke luar kota, entahlah. Sampai adzan jum’at berkumandangpun masih terlihat lengang barisan shaft-shaft yang ada. Ada saja jama’ah yang baru berdatangan ketika adzan atau khotib sedang berkhutbah. Barulah pada saat iqomah jum’at, tiba-tiba mesjid terasa sangat penuh sekali, apakah ku memang tidak memperhatikan jama’ah yang berada di belakang. Tapi itulah faktanya, tadinya ku sempat berpikir bahwa jum’at kali ini cukuplah 40orang saja sebagai syarat sah sholat jum’at, ternyata salah. Shaft-shaftpun begitu terisi rapat dan penuh. Astagfirullah, maafkan atas prasangka ini Ya Alloh.

menuntut-ilmu

illustrasi (ustadzmuslim.com)

Kembali pada khutbah jum’at, Ustadz DR.Ahmad Mulyadi Kosim adalah khotib jum’at kemarin. Beliau menyampaikan tentang pentingnya ilmu dalam islam. Merupakan salahsatu ajaran islam untuk menghormati dan menghargai islam.

Mencari ilmu dalam islam itu, sama sekali tidak ada batasan, selama hidup dan selama kita bernafas, carilah ilmu tersebut. Dengan menghadiri majlis-majlis ataupun kajian merupakan bentuk aktualisasi keimanan kita.

Perhatikan wahyu pertama kali yang diterima Rasulullah SAW, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5, bukanlah perintah sholat atau zakat yang pertama kali diturunkan, melainkan ilmu.

Seperti ungkapan Imam Syafi’i bahwa kalau kita ingin dunia, maka harus dengan ilmu. Siapa yang ingin akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, maka harus dengan ilmu.

Pentingnya untuk mencari, mengajar, mengamalkan ilmu yaitu untuk menguatkan hati, menguatkan keyakinan dan mendekatkan Alloh SWT. Firman Alloh dalam surat Ali-Imran 190-191 mengenai ulil-albab (orang-orang yang berakal).

إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”

ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمً۬ا وَقُعُودً۬ا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَڪَّرُونَ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلاً۬ سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Iman itu kadang yazid, kadang yanfus oleh karenanya harus disiram oleh ilmu. Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam surat Al-Mujaadilah ayat 11 :
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Orang-orang yang berilmu akan pula dimudahkan jalannya ke surga oleh Allah dan senantiasa didoakan oleh para malaikat.

Sebenarnya masih banyak sekali bahasan beliau tentang ilmu, intinya yaitu kita jadikan ilmu tersebut sebagai alat untuk lebih mendekatkan diri kita pada Alloh SWT. Mudah-mudahan kita termasuk bagian dari ahli ilmu sekaligus ahli ibadah. Aamiin.

Mesjid Al-Hidayah
Bogor

 

Advertisements

One thought on “shaft sholat dan ilmu

  1. Pingback: sodaranya iblis « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s