perkakas iblis paling mahal


sedikit berbagi, begitu berarti…

“Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan”
-Robert F.Kennedy-

putus-asa

illustrasi (diactrographic.blogspot.com)

Pada suatu hari Iblis mengiklankan bahwa dia akan menjual semua perkakas kerja miliknya. Pada hari H semua perkakas dipajang di etalase, agar bisa dilihat lengkap beserta harga jualnya oleh calon pembeli. Seperti ketika kita mengunjungi sebuah toko barang bekas, semua barang terlihat sangat bagus sesuai dengan fungsinya masing-masing. Harganya pun tidak mahal.

Diantara barang-barang yang dijual adalah ; dengki, iri hati, bohong, dendam, tidak menghargai orang lain, tidak memberi sedekah dan sebagainya.

Di salahsatu sudut etalase terlihat sebuah alat yang bentuknya amat sederhana. Kelihatannya alat itu sudah aus. Namun, harganya amat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dibanding alat-alat yang kelihatan lebih baru dan belum aus.

Salah satu calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya?”
Iblis menjawab, “Itu namanya putus asa.”

Si pembeli bertanya kembali, “Kenapa harganya mahal sekali? padahal barangnya sudah aus.”

Iblis menjelaskan, “Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan mengggunakan alat-alat yang lain. Begitu saya masuk ke dalam hati manusia lewat alat ini, saya bisa dengan mudah mengendalikan manusia itu untuk melakukan apa saja yang saya inginkan. Barang ini menjadi aus karena saya sangat sering menggunakannya. Kebanyakan orang tidak tahu kalau putus asa itu milik saya.”

Inspirasinya:
Kegagalan dalam hidup adalah pintu masuk yang lapang bagi iblis. Iblis meniupkan keinginan untuk berputus asa kepada seseorang. “Sudahlah, Anda memang tidak akan berhasil”, “Anda tidak berbakat”, “Dia tidak mencintaimu, jadi untuk apa hidup?” Kata-kata seperti itu amat gampang merasuki hati manusia jika sedang mengalami kegagalan. Dan tentu saja,selanjutnya berpikir untuk bunuh diri, karena merasa hidup sudah tidak berarti lagi. Padahal, jika mau menghitung, satu kegagalan dan penderitaan tidak sebanding dengan banyaknya kebahagian yang pernah kita dapatkan. Seperti kata seorang bijak, “Manusia amat mudah mengingat berapa banyak kegagalan yang di alaminya, tapi ia sering lupa pada kebahagiaan yang telah dia terima.”

Pernah dengar ayat ini,
“Dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Alloh. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat.” (QS.Al-Ahzab:10-11)

Ternyata, situasi berat, penuh kesulitan dan cobaan, adalah cara lain Alloh dalam menguji besarnya keimanan kita. Banyak yang lolos dari ujian dengan bersabar. Banyak juga yang malah jatuh tersungkur dalam gelimang prasangka buruk terhadap Alloh dan akhirny mati ketika jantungnya masih berdetak. Hidup, namun tidak punya harapan.

Sesungguhnya dalam kesulitan dan cobaan ada pesan-pesan cinta-Nya, seperti seorang ayah yang memukul anaknya karena meninggalkan perintah sholat, seperti ibu yang memarahi anak gadisnya ketika pulang larut, seperti itu juga Alloh memberikan cobaan dan ujian untuk menuntun kita pada jalur yang sepantasnya. Mengingat kita akan keberadaan-Nya; bahwa sekejam apapun dunia dihadapan kita, kita masih punya penolong, kita masih punya Tuhan, Alloh SWT.

Cobalah lihat sekitar Anda, ada orang-orang yang mengalami cobaan yang jauh lebih berat dari Anda. Perhatikannlah, di sekeliling kita ada begitu banyak yang menderita, lebih dari apa yang pernah kita rasakan. Lalu, apakah masih pantas kita bersedih hati, padahal Alloh memberikan cobaan yang belum seberapa? Di setiap kota, setiap kampung, selalu ada yang tertimpa musibah dan cobaan, itulah konsekuensi kita sebagai manusia. Semua pasti akan diberi cobaan oleh-Nya.

Tidak perlu bingung mencari jalan untuk menghindari musibah, soalnya memang tidak ada jalan keluar agar tidak mengalami musibah. Seperti juga kematian, tak ada manusia yang bisa terhindar dari kematian. Apa yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkan ilmu yang cukup untuk meredam gejolak jiwa andaikata musibah menimpa diri.

jatuh-dari-gedung

illustrasi (bloodforyou.blog.com)

Ini cerita tentang seseorang yang bunuh diri. Dia loncat dari lantai 20 apartemennya gara-gara diputus pacarnya. Setelah loncat, ketika sampai di lantai 18, dia melihat  seorang laki-laki yang kesepian, tidak punya kawan. Dalam hati dia termenung, “Ternyata, saya masih beruntung, saya masih punya kawan, sahabat dan orangtua…” Sampai dilantai 16, dia melihat anak kecil yang sakit dan cacat, tidak punya kaki. Kembali dia termenung. “Ternyata, saya sungguh beruntung, saya masih punya kaki dan tubuh yang sehat.” Sampai dilantai berikutnya, dia melihat seseorang yang buta dan tuli. Dia kembali termenung, “Saya beruntung sekali, masih bisa menikmati keindahan dunia ini…”

Begitu seterusnya, sampai akhirnya dia sampai di lantai dua. Apa yang dia pikirkan? “Ternyata saya beruntung sekali di dunia ini. Saya belum ingin mati…” brakk..! Dia jatuh dan mati, tepat setelah dia menyadari kalau hidup itu ternyata tidak seperti yang dia bayangkan selama ini. Awalnya, dia berpikir sudah tidak ada gunanya lagi, ternyata amat sangat berharga untuk dipertahankan.

Ingatlah setiap nikmat yang diberikan oleh Alloh SWT kepada Anda. Karena dari ujung kaki, hingga ujung rambut seorang manusia tak pernah lepas dari-Nya. Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya disediakan untuk kita umat manusia.

“Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS.Ar-rahmaan:13)

Sebenarnya, begitu banyak nikmat Alloh SWT yang tak terhitung di dalam diri kita, namun kita jarang sekali menyadarinya. Kita tetap merasa gelisah, sedih, meskipun kita masih punya kaki untuk berjalan, tangan untuk memegang, dan mata yang jelas untuk melihat.

“Dan, pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan.” (QS. Adz-Dzariyat:21). Kita acapkali terlalu asik memikirkan apa yang belum diraih dan melupakan apa yang sudah ada.

Di ambil dari:
Snack For The Soul oleh A.Puryan “Blitzer”
Hal.28

Advertisements

3 thoughts on “perkakas iblis paling mahal

  1. Pingback: sodaranya iblis « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s