saat ajal menjelang


sedikit berbagi, begitu berarti…

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali-Imran:185)

mati

illustrasi (alibastomi.blogspot.com)

Entah untuk kesekian kalinya saia bergidik dan meneteskan air mata setiap kali lantunan nasyid itu menelusup masuk ke dalam hati. Salahsatu lagu favorit saia, liriknya sangat menyentuh, terutama buat saia yang sering bergumul dengan dosa dan maksiat. Apa itu diwaktu saia bersama reva,  sewaktu kerja atau melantunkan sendiri ketika terjebak oleh kemerosotan iman, pastilah air mata ini meleleh tanpa saia sadari.

Bagi saia, lagu nasyid itu seperti alarm diwaktu tidur, catatan-catatan kecil dalam buku harian dan obor dalam hari-hari saia. Lagu yang saia maksud ini berjudul “Saat Ajal Menjelang”,  sekilas dari judulpun kita dapat menarik kesimpulan tentang maksud dan isi yang ingin disampaikan oleh lagu tersebut.

Baiklah, tanpa basa-basi lagi  berikut adalah lirik “Saat Ajal Menjelang” oleh tim nasyid Snada:

Di saat ajal kan datang menjelang
Malaikat Izroil mainkan peran
Nyawa tercabut tubuh pun meregang
Allahu Akbar janjiMu telah datang

Lidahpun kelu bibirpun membisu
Seluruh tubuh kaku dan membeku
Kenikmatan dunia pun berlalu

Mohon ampunan sudah tak berlaku
Tiada lagi tempat pertolongan
Kecuali amal dan perbuatan

Semasa hidup membentang zaman
Ridho Illahi yang didambakan
Sebesar dzarrah pun diperhitungkan

Kebaikan yang telah kita amalkan
Sebesar dzarrah pun diperhitungkan
Keburukan yang telah kita lakukan

Itulah beberapa gambaran tentang ketika suatu ketentuan Alloh SWT yang hakikatnya adalah pasti untuk hamba-Nya, saia mengingatkan diri pribadi juga  lainnya untuk selalu memperbanyak bekal kita selama di dunia ini. Ada kisah yang menginspirasi yang saia kutip dari filsafat-kompasiana, silakan disimak:

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Alloh”. Salam Malaikat Izrail,
“Wa’alaikum salam wa rahmatulloh”. Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya”. Itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.

“Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s). “Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)” kata Nabi Idris a.s. “Kenapa ?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

“Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”. Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

“Siapakah engkau sebenarnya ?” tanya Nabi Idris a.s.
“Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail. Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya. “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?” selidik Nabi Idris a.s serius.
“Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
“Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail. Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam. “Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s “Apa itu ? katakanlah !”. Jawab Malaikat Izrail. “Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”. Pinta Nabi Idris a.s. “Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat Izrail.

Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat. Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

“Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail.
“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.
“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”. Kata Malaikat Izrail.

MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.
Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita?
Siapkah kita untuk menghadapinya?

Mudahan-mudahan bermanfaat.
Bagi yang mau dengar lagunya klik disini.

Advertisements

4 thoughts on “saat ajal menjelang

  1. Saia juga suka merinding kalau dengar laguu inii 😦
    kematian yg sering terjadi di sekitar kita menyadarkan kita bahwasanya hidup dan mati itu tipis bgt yahh..

    • alhamdulillah..suka mendengar lagu ini juga yh..:D
      tipis banget..dan tidak ada seorangpun yang tahu.
      itulah fungsinya agama..

      #mulaiSo’tw

  2. Pingback: tato kacang ijo | sedikit berbagi

  3. Pingback: selamat berkendara « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s