jadi ummatan wasathan


sedikit berbagi, begitu berarti…

وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيۡہَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ‌ۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ‌ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَـٰنَكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ۬

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan* agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (Al-Baqarah: 143)

Jum’at kemarin, saia sholat jum’at ditempat yang berbeda seperti biasanya. Mesjid yang berjarak kurang lebih 600 meter dari mesjid sebelumnya. Mesjid kujuluki dengan “Mesjid Aki-aki”, dari namanya saja sudah dapat dipastikan bahwa sebagian besar pengurus, petugas serta penghuni shaft depan adalah aki-aki alias orang yang kebanyakan sudah lanjut usia, tapi tidak dengan iman dan keyakinannya.
Mulai dari yang nabuh bedug, muadzin, sampai khotib pun kadang sudah aki-aki. Dimanakah para pemudanya…? Apakah terlalu sibuk untuk mengejar duniawinya sehingga kebutuhan akhirat terlupakan atau belum sampaikah hidayah Alloh SWT pada pemuda-pemuda itu…? Wallahu a’lam.

seimbang

illustrasi (habibihalaqas.org)

Tapi, khutbah jum’at kemarin itu sedikit beda, lantaran khotibnya yang bukan aki-aki, saia lupa mencatat namanya, karena suara speaker yang kurang jelas. Umur khotib itu saia taksir masih di bawah 30, mungkin 28 atau 29an, maklumlah saia kurang lihai dalam penilaian umur seseorang. Hal yang wajib bahwa sebelum khotib masuk ke dalam inti khutbah, beliau menghimbau umat agar bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Beliau menyitir ayat di atas yaitu tentang “ummatan wasathan”, yaitu islam itu sendiri.

Jujur, khutbah kemarin itu saia masih sedikit bingung dengan apa yang sudah disampaikan khotib, entah itu memang saia yang ilmunya masih kurang atau pemahaman saia yang salah, oleh karenanya saia menambahkan beberapa referensi tentang ummatan wasathan  ini.

Menurut yang saia kutip dari sahabat rubiyanto bahwa:
Ummatan wasathan adalah umat yang memiliki kebersamaan, kedinamisan dalam gerak, arah dan tujuannya, serta memiliki aturan-aturan kolektif yang berfungsi sebagai penengah atau pembenar. Dengan demikian keseimbangan, kebersamaan, kemodernan merupakan prinsip etis mendasar yang harus diterapkan dalam aktivitas maupun entitas bisnis (Muhammad dan Lukman Fauroni, 2002:13).

Sedangkan menurut sahabat hanafimohan bahwa:
istilah “Ummatan Wasathan” juga berarti umat pertengahan, umat yang moderat, dan teladan, yaitu umat Islam yang tidak memihak aliran ataupun golongan-golongan tertentu yang bersifat ekstrim. Yang satu adalah kubu yang memberat-beratkan agama. Menurut mereka semuanya bid’ah. Sedangkan kubu yang satunya lagi suka meringan-ringankan agama. Menurut mereka, semuanya boleh. Dalam hal ini, kita tidak memihak kedua-duanya, kita berada di tengah-tengah.

Karena itulah, ciri umat ini adalah berpikir secara holistis (menyeluruh). Tidak hanya mengambil satu ayat, melainkan setiap ayat dikaitkan dengan ayat lain. Tidak hanya itu, juga dikaitkan dengan hadits, serta pandangan-pandangan para sahabat Rasulullah. Selain itu, kita juga harus bersikap tawazzun (seimbang), karena segala sesuatu yang seimbang itu baik. Selain itu, kita harus bersikap i’tidal (lurus).

Hampir sama dengan apa yang disampaikan oleh khotib jum’at kemarin bahwa Ummatan wasathan berarti umat islam itu sebagai umat pertengahan yang moderat, adil. Ciri dari ummatan wasathan yaitu bersikap profesional dan proposional. Profesional yaitu orang yang ahli di bidangnya. Pernah terdengar mungkin bahwa ada suatu pepatah “jika suatu pekerjaan diberikan bukan pada ahlinya, maka tinggal menunggu saja kehancurannya”. Proporsional itu berarti adil atau sesuai dengan kadar porsinya. Ciri yang lain dari ummatan wasathanini yaitu selalu mendahulukan iman/kepentingan Alloh SWT baru beramal sholeh.

islam

illustrasi (asritadda.com)

Ciri-ciri tersebut harus ditanamkan dalam diri kita masing-masing. Intinya yang ingin beliau sampaikan bahwa islam itu seimbang dalam banyak hal. Contohnya orang yang beribadah, tidak hanya melulu ibadahnya saja tetapi harus seimbang antara hablumminalloh wa hablumminannas.

Firman Alloh SWT:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi dan berbuat baiklah  sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di  bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”  (Q.S. Al-Qashash:77)

Alkisah Khalifah Umar bin Khattab r.a. pernah memarahi orang yang kerjanya hanya berdoa saja di masjid. Umar telah mengamatinya selama 3 hari. Ketika ditanyakan kepada orang tersebut darimana kamu memenuhi kebutuhan hidupmu (makan dan minum), orang tersebut menjawab “saudaraku yang mencukupi kebutuhanku, dia berdagang di pasar”. Lalu Umar r.a. berkata kepada orang itu, “Ketahuilah saudaramu itu lebih sholeh daripada kamu”.

Semoga kita menjadi ummatan wasathan yang dimaksud. Dan Alloh SWT senantiasa menambahkan ilmu-Nya kepada kita semua agar menjadi hamba yang sholeh dan sholehah. Aamiin.

Mesjid Al-Barkah
Lebak Bulus

referensi lain:
1. arrahmah
2. blog.re.or.id
3. mui-dki
3. diyasan  -> tambahan: surat al-qashash dan kisah umar bin khattab

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s