warudang dan sukhoi


sedikit berbagi, begitu berarti…

nasi-padang

illustrasi (mrswhyda.blogspot.com)

Malam jum’at yang cerah, ba’da isya dari mesjid al-adzkar saia pun pulang ke kontrakan yang berjarak kurang lebih 500 meter, sebelumnya saia memenuhi hak perut ini tuk diisi, mampirlah ke ‘warudang’ alias warung padang. Memesan dengan lauk seadanya, alhamdulillah sungguh nikmat sekali. Di samping saia makan, ada dua orang lelaki yang menurut saia kontras, lelaki yang satu mempunyai kelebihan di atas rata-rata, sedangkan temannya terlihat kecil bila bersandingan dekat dengannya.

Di tengah-tengah makan, sambil ditemani tivi yang sedang menyiarkan tentang kecelakaan sukhoi superjet 100, yaa..tak ayal dua lelaki itupun berdiskusi tentang musibah yang barusan melanda bangsa kita. Menurut mereka bahwa sebenarnya kecelakaan itu terjadi ketika pilot rusia dari sukhoi saat ketinggian 10rb meminta izin pada ATC untuk turun ke 6rb, mungkin terjadi salah komunikasi antara ATC dengan pilot atau memang ada masalah dengan jalur komunikasinya, maka pilotpun menurunkan ketinggian ke 6rb, yang tak disangka bahwa saat itu tepat berada di kawasan gunung salak, sehingga terjadilah musibah itu. Wallahu ‘alam.

Apakah ceritanya itu benar atau tidak, kebetulan saipun tidak terlalu mengikuti perkembangan tentang kecelakaan yang menimpa bangsa indonesia ini. Namun, saia tidak mengerti kalau memang pesawat sukhoi superjet 100 itu menabrak, kenapa tidak ada ledakan seperti di film-film yah (maklum saia awam).

sukhoi

illustrasi (techno.ghiboo.com)

Kembali ke ‘warudang’, bukan saia menguping atau tidak, karena memang posisi yang berdekatan jadi saia bisa merekam apa yang mereka obrolkan. Satu porsi ayam ‘kremes’, sudah habis saia lahap. Istirahat sebentar, sambil menunggu agar makanannya turun ke lambung, saia fokus ke tivi lagi. Selesai sudah kewajiban saia terhadap perut ini. Membayar 11rb, meluncurlah pulang, tentunya jalan kaki. i’d very love to walk, salahsatu hobi saia. Mungkin karena tidak punya sepedah barangkali. Orang-orang dengan istilah bike2work, saia dengan walk2work. Sama-sama menyehatkan, bedanya hanya waktu yang ditempuh lebih cepat jalan kaki daripada naek sepeda, lhoo..kok bisa? iya, wong sepedahnya rusak, bannya kempes.

Setelah kurang lebih 10menit, saiapun sampai kontrakan. Biasa kalau malam jum’at mah, kontrakan atau sekitar kontrakan pada sepi. Yang rame malah di majelis ataupun mesjid-mesjid sekitar. Kemudian saiapun menuliskan cerita ini.

Terlepas dari itu semua, saia pun mendo’akan korban-korban semoga amal ibadahnya diterima Alloh SWT, keluarga yang menjadi korban pun diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Advertisements

3 thoughts on “warudang dan sukhoi

  1. Pingback: [bukan] nasgor gila | sedikit berbagi

  2. Pingback: mie ayam ‘iblis’ « senitea's blog

  3. Pingback: bukber dengan gadis imut « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s