sudah khusyu’ sholat kita?


sedikit berbagi, begitu berarti…

khusyu'-sholat

illustrasi (ddhongkong.org)

Alhamdulillah, sengaja atau tidak, saia terdampar ke salahsatu artikel tentang tuntunan khusyu’ dalam sholat, saia pikir tidak ada yang kebetulan, semua sudah direncanakan Alloh SWT. Dan artikel tersebut cukup berkorelasi dengan artikel saia sebelumnya yaitu, sabar dan sholat. Tidak ada niat lain, kecuali hanya ingin sekedar berbagi, walaupun tidak disertai dalil yang shahih, hanya berharap mudah-mudahan i’tikad saia tidak salah dan lebih dari sebagai pengingat untuk saia pribadi juga yang lainnya.
Kita tahu dan menyadari sendiri bahwa yang pertama kali dihisab pada saat kiamat adalah sholat kita. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

…إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ 

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya…” (HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571)

Dan kita tahu juga bahwa orang-orang yang suka sholat saja masih celaka, apalagi yang tidak sholat. Banyak sekali ayat Al-Qu’ran mengenai anjuran dan keutamaan sholat.

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)

Tapi, tentu saja semua amalan harus ada ilmunya jika tidak maka tertolak. Ilmu dan amal dua-duanya saling berkaitan. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.”
(HR. Muslim) 

Kembali kepada inti pembahasan tentang tuntunan khusyu’ dalam sholat, berikut yang saia ambil dari rihlah antara lain:

  1. Bila Lapar, Makan Lebih Dulu
    Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
    “Bilamana makan malam telah disediakan, maka mulailah dengannya sebelum kamu sekalian sholat Maghrib.” (HR Bukhari Muslim)
    Orang yang kekhusyu’an sholatnya terganggu bila lapar, sedangkan makanan sudah tersedia, sunnah mendahulukan makan daripada sholat. Tetapi, orang yang kekhusyu’an sholatnya tidak terpengaruh ketika lapar, walaupun makanan telah tersedia, lebih utama mendahulukan sholat. Bilamana seseorang ragu-ragu apakah ia dapat melakukan sholat secara khusyu’ dalam keadaan lapar, sedangkan makanan telah tersedia, maka baginya makruh mendahulukan sholat.
  2. Tidak Menahan Kencing, Kentut, Dan Buang Air Besar
    Bilamana waktu sholat sudah sempit, dan jika ia membatalkan sholatnya maka waktu sholatnya habis, maka ada dua penyelesaian :
    a. Bila sholatnya bisa dijama’, maka hendaklah membatalkan sholatnya, lalu menunaikan hajatnya, kemudian kembali melakukan sholatnya dengan jama’ ta’khir.
    b. Bila sholatnya tidak dapat dijama’, maka yang bersangkutan boleh meneruskan sholatnya walaupun tidak khusyu’.
  3. Tidak Mengantuk
    Dari ‘Aisyah, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda:
    “Bila seseorang di antara kamu mengantuk ketika akan melakukan sholat, hendaklah ia tidur lebih dulu sampai hilang rasa kantuknya. Karena jika seseorang di antara kamu sholat dalam keadaan mengantuk, tentu ia tidak akan menyadari barangkali saat itu ia ingin memohon ampun kepada Allah, tetapi ternyata mengucapkan celaan dan makian kepada dirinya.” (HR Malik, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
    Orang yang terserang kantuk berat tetapi memaksa diri melakukan sholat berarti berdosa karena menyalahi perintah Rasulullah SAW.
    Bila seseorang sengaja menunda sholatnya hingga terserang rasa kantuk, kemudian ia lebih dahulu tidur supaya hilang rasa kantuknya sehingga ia kehilangan waktu sholat, maka ia berdosa karena kesengajaannya.
  4. Berpakaian Baik Dan Bersih
  5. Hawa Tidak Panas
    Dari Abu Hurairah, ujarnya : Rasulullah SAW bersabda :
    “Bila hawa sangat panas, maka tunggulah sampai hawa dingin untuk sholat, karena hawa sangat panas adalah bagian dari hembusan Jahanam.” (HR Bukhari Muslim)
    Upaya agar kita tidak melakukan sholat dalam kondisi hawa panas :
    a. Menanti hawa menjadi tidak panas.
    b. Mencari tempat atau ruangan yang dingin.
  6. Melakukan Sholat Pada Awal Waktu
    Dari ‘Iyadl, sesungguhnya ia mendengar Nabi SAW bersabda : “Jagalah selalu olehmu untuk mengingat Tuhanmu; dan kerjakanlah sholat-sholat kamu pada awal waktumu, karena Allah akan menggandakan pahala untuk kamu.” (HR Thabarani)
    Sholat-sholat yang lebih baik dilakukan pada awal waktu ialah sholat Maghrib, Shubuh, dan ‘Ashar. Sedangkan sholat Dhuhur lebih baik dilakukan pada akhir waktu bila udara panas. Adapun sholat ‘Isya’ selamanya lebih baik dilakukan pada pertengahan malam, kira-kira pukul 23.00 sampai 24.30.
  7. Pergi Ke Masjid Dengan Tenang Dan Berdoa
  8. Tempat Sholat Bersih Dari Kotoran
  9. Tempat Sholat Bersih Dari Gambar
    Dari Anas, ujarnya : ‘Aisyah mempunyai sebuah tirai untuk menutupi sebagian dari rumahnya. Lalu Nabi SAW bersabda kepadanya : “Jauhkanlah tiraimu ini dari kita. Sesungguhnya gambar-gambarnya selalu mengganggu sholatku.” (HR Bukhari)
  10. Tempat Sholat Tidak Bising
  11. Ketika Sholat Tidak Disibukkan Masalah Duniawi
  12. Tidak Tergesa-gesa Melakukan Bacaan Dan Gerakan Sholat
  13. Menyadari Bacaan Yang Diucapkan
  14. Ruku’ Dan Sujud Dengan Tenang
    “Sejahat-jahat pencuri ialah orang yang mencuri dalam sholatnya.” Bertanya shahabat : “Bagaimana ia mencuri dalam sholatnya ?” Sabdanya : “Ia tiada menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.” Atau sabdanya : “Ia tiada Menegakkan tulang belakangnya ketika ruku’ dan sujud.” (HR Ahmad dan Thabarani)
    Bahwasanya Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki yang tidak menyempurnakan ruku’nya dan mematuk-matuk dalam sujudnya ketika sholat. Rasulullah saw bersabda : “Sekiranya orang ini mati dalam keadaan begini, maka ia mati di luar tuntunan Muhammad SAW.”
    Kemudian Rasulullah bersabda : “Perumpamaan orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan mematuk-matuk dalam sujudnya adalah laksana orang lapar memakan sebiji atau dua biji kurma, tetapi tidak mengenyangkannya.” (HR Abu Ya’la, Abu Khuzaimah, dan Thabarani)
  15. Tidak Menoleh Ke Kanan Dan Ke Kiri
  16. Melihat Ke Tempat Sujud
  17. Tidak Mengusap Pasir Di Tempat Sujud
  18. Tidak Menguap
    Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
    “Menguap itu perbuatan setan. Jika seseorang di antara kamu menguap, hendaklah ia tutup semampunya (dengan tapak tangannya).” (HR Muslim dan Tirmidzi, tetapi Tirmidzi menambahkan: “…ketika sholat.”)
  19. Tidak Meludah Kecuali Terpaksa
    Dari Anas, ujarnya : Rasulullah SAW bersabda :
    “Bila seseorang di antara kamu sedang sholat, maka sesungguhnya ia tengah berdialog dengan Tuhannya. Karena itu, jangan sekali-kali meludah ke depannya atau ke kanannya, tetapi ia boleh meludah ke kirinya di bawah kakinya.” (HR Bukhari dan Muslim)
  20. Meluruskan Dan Merapatkan Shaf Dalam Sholat Berjamaah
Wallahu a’lam

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
sumber haditsnya: disinidisana dan disitu

Advertisements

2 thoughts on “sudah khusyu’ sholat kita?

  1. Pingback: tato kacang ijo | sedikit berbagi

  2. Pingback: sodaranya iblis « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s