mitos kangkung


sedikit berbagi, begitu berarti…

kangkung

illustrasi (udechi.blogspot.com)

Terpikir untuk mencari artikel tentang sayuran yang satu ini, yang kerapkali dijadikan ‘kambinghitam’ sebagai penyebab rasa ngantuk. Apakah itu benar adanya fakta tentang mitos kangkung sebagai penyebab ngantuk. Akhirnya, pencarian saia terhenti di artikel m.tnol dan detik-health. Kangkung atau water spinach, water morning glory atau water convolvulus dengan  nama latin Ipomoea aquatica,  biasanya diolah menjadi tumisan, cah kangkung atau terkadang dibuat lalapan mentah.  Menurut sumbernya mengungkapkan bahwa:

Kangkung mengandung senyawa kimia yang bersifat sedative (penenang) yang dapat membuat pikiran tenang, sehingga berpotensi mudah untuk ngantuk.

Namun hal ini belum tentu berlaku untuk semua orang, karena setiap orang membutuhkan kadar senyawa sedatif yang berbeda-beda hingga bisa membuatnya menjadi mengantuk. Jadi ada kemungkinan seseorang tetap segar dan tidak mengantuk meskipun sudah mengonsumsi kangkung. Menurut Dadang Gusyana, Information Officer dari Indonesian Biotechnology Information Centre (Indo BIC) saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kangkung dapat menyebabkan kantuk.
Kenyataan yang ada, kandungan zat besi yang tinggi pada kangkung dapat membuat konsentrasi otak menjadi meningkat. Zat besi merupakan komponen terpenting dalam pembuatan sel-sel darah merah. Dengan meningkatnya produksi sel-sel darah merah, aliran oksigen ke seluruh tubuh, terutama ke otak, ikut meningkat sehingga membuat tubuh menjadi lebih segar dan bugar.

Sebenarnya hampir semua lauk yang kita makan mengandung komponen gizi yang berpotensi membuat kita mudah ngantuk dan tertidur. Terutama makanan yang kaya akan vitamin B kompleks, kalsium, selenium, asam lemak Omega-3, seng, dan magnesium. Berbagai macam jeroan, kacang-kacangan, kerang, telur dan susu dapat menjadi faktor utama penyebab ngantuk. Makanan yang kaya akan asam folat seperti asparagus, brokoli, kembang kol, dan bit juga memiliki potensi untuk membuat orang tertidur tenang.

Manfaat kangkung:

  1. Pemasok Beta Karoten
    Kangkung dibutuhkan dalam porsi banyak untuk memasok kebutuhan tubuh akan beta karoten.  Dilihat dari nilai gizinya, kangkung merupakan salah satu di antara sayuran hijau yang banyak mengandung vitamin A yang berasal dari beta karoten.Beta karoten diperkirakan memiliki banyak fungsi yang tidak dimiliki senyawa lain. Dilihat dari intensitas warna hijaunya, daun kangkung tergolong dalam intensitas hijau yang sedang. Derajat kehijauan dari warna daun erat hubungannya dengan kadar karoten. Semakin hijau daun tersebut, semakin tinggi kadar karotennya.
  2. Kadar Purin Tinggi
    Dalam setiap 100 gram kangkung terdapat 298 mg purin, lebih tinggi daripada kacang tanah. Karenanya konsumsi kangkung perlu diwaspadai bagi menderita penyakit asam urat karena mengandung komponen purin cukup tinggi. Purin merupakan bentuk turunan nukleoprotein, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.
    Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman, sayur, buah, kacang-kacangan atau pun hewan yakni daging, jeroan dan ikan. Setiap orang menghasilkan purin di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan purin.
  3. Menetralkan Racun
    Kangkung memang berfungsi sebagai penenang (sedatif) dan mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Itulah sebabnya, tanaman ini mempunyai kemampuan menetralkan racun di tubuh. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir.
  4. Mengandung Peroksidase
    Meskipun sering dimakan mentah sebagai lalapan, kangkung lebih lezat bila dibuat tumis. Namun, kangkung yang telah diolah sebaiknya tidak dikonsumsi lagi bila telah lewat setengah hari. Hal itu disebabkan seperti jenis sayuran lainnya, kangkung mengandung enzim peroksidase yang bersifat merusak. Enzim peroksidase paling tahan terhadap panas dan akan semakin tinggi aktivitasnya bila dalam bahan pangan tersebut banyak terdapat zat besi. Kandungan lemak yang cukup tinggi pada daun juga akan mempercepat aktivitas enzim tersebut.
cah-kangkung

illustrasi (cah-kangkung)

Selain itu, di dalam kangkung juga terkandung 10 jenis mineral, 11 jenis vitamin, 18 jenis asam amino dan yang tak kalah hebatnya, kangkung tidak mengandung kolesterol. So, mari kita masak tumisan kangkung.
(tips:  jangan memasak atau mengolah kangkung dengan panas terlalu tinggi karena kita akan kehilangan manfaatnya) 

Advertisements

6 thoughts on “mitos kangkung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s