balada seledri


sedikit berarti, begitu berarti…

Malam tadi sungguh mengusik rasa penasaran saia, ketika sedang makan sate padang, ada seorang ibu-ibu memesan soto padang tanpa seledri. Si Uda (abang tukang sate) mengangguk seakan sudah mengerti dengan pesanan ibu tadi. Tapi, tidak lama  ibu tadi balik lagi dan berkata, “Uda..gak pake seledri yah” tegas ibu itu.

Ada apa dibalik seledri?

seledri

illustrasi (griyaherbanatural.blogspot.com)

Pernah juga ketika antri beli bakso yang mangkal ataupun yang lewat depan gubuk-reot kadang ada ibu-ibu atau remaja yang bilang tidak usah pake seledri. Dari pada penasaran tak karuan, akhirnya saia mengumpulkan beberapa artikel tentang seledri. Apa itu seledri, sejarah, manfaat dan mudhorotnya bagi kita.

Apa itu seledri
Seledri dengan nama latin Apium graveolensdimasukan ke dalam kelompok sayuran. Dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Perkebunan seledri di Indonesia sendiri terdapat di Brastagi, Sumatera Utara dan di Jawa Barat tersebar di Pacet, Pangalengan dan Cipanas yang berhawa sejuk. Tumbuhan berbonggol dan memiliki batang basah bersusun ini, pada dasarnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan diantaranya seledri yang umbinya dapat dimakan. Di Indonesia daun seledri dimanfaatkan untuk pelengkap sayuran (mis. untuk sup). Bagi bangsa Romawi Kuno tumbuhan seledri digunakan sebagai karangan bunga.

Sejarah seledri
Menurut ahli sejarah botani, daun seledri telah dimanfaatkan sebagai sayuran sejak abad XZII atau tahun 1640 dan diakui sebagai tumbuhan berkhasiat obat secara ilmiah baru pada tahun 1942. Pengembangbiakan tanaman seledri dapat digunakan 2 cara, yaitu melalui bijinya atau pemindahan anak rumpunnya.

Manfaat seledri
S
eledri sangat bermanfaat untuk kesehatan, tak hanya daunnya saja yang memiliki khasiat, akar, buah dan biji seledri pun dapat digunakan sebagai obat. Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing, peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, dan penenang (sedatif). Dr. Setiawan Dalimartha, mantan anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta menerangkan beberapa pemakaian seledri untuk pengobatan.

Untuk obat yang diminum, 30-40 lembar daun seledri direbus, lalu air rebusannya diminum. Cara lain, 1,3–3,9 gram biji seledri direbus dalam api kecil selama 3 jam, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, giling daun segar hingga halus, lalu borehkan pada bisul atau bagian tubuh yang meradang.
Berikut beberapa manfaat seledri dan cara untuk mengolahnya:

  1. Menyuburkan Rambut
    Caranya: Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Setelah dikeramas, gosokkan tumbukan daun seledri ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.
  2. Menurunkan Kolesterol
    Caranya: Cuci 30 gram akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Airnya diminum sekaligus.
  3. Mengatasi Alergi
    Caranya: Ambil 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang, cuci bersih, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.
  4. Mengurangi Kolik dan Sakit Perut
    Caranya: Sediakan 60 gram seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring, airnya diminum sekaligus.
  5. Meredakan Batuk
    Caranya: Cuci 30 gram seledri segar, lalu potong-potong. Rebus dalam 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Bila suka, tambahkan madu. Gunakan ramuan ini untuk dua kali minum, pagi dan sore.
  6. Mengobati Bronkitis
    Caranya: Cuci 60 gram seledri segar, 10 gram kulit jeruk mandarin kering, dan 25 gram gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.
  7. Menurunkan Tekanan Darah
    Caranya: Cuci 100 gram seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 cangkir air hangat, lalu disaring. Setelah dingin, bagi untuk dua kali minum, pagi dan siang.
  8. Mengatasi Mata Kering
    Caranya: Makan daun seledri sebagai lalap segar. Lakukan setiap hari.
  9. Mengobati Rematik
    Caranya: Cuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Makan sebagai lalapan. Lakukan dua kali sehari.

Efek samping seledri (mudhorotnya)
Di samping ada manfaat, tentu ada efek samping yang ditimbulkan. Seledri dapat menyebabkan inflamasi pada kulit dan sensitivitas matahari. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari mengkonsumsi seledri selama masa kehamilan. Konsumsi seledri dalam jumlah besar dapat menyebabkan kontaksi uterus dan keguguran. Seledri juga menyebabkan alergi pada orang yang sensitive pada beberapa tanaman termasuk wortel & dandelion. Penyakit ini disebut sindrom celery-carrot-mugwort-spice.

bad-celery

illustrasi (skincaretalk.com)

Orang yang mengalami ganggunan ginjal juga dilarang mengkonsumsi seledri. Seledri dapat berefek pada system nervous. Pada beberapa penelitian, kombinasi anastesi dan obat lain yang dipakai selama dan setelah operasi menurun system nervous sangat banyak. Hentikan penggunaan seledri minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.

Efek samping seledri dapat diminimalisir dengan menghindari penggunaan seledri bersamaan dengan obat antikoagulan (walfarin) dan obat yang meningkatkan sensitifitas terhadap sinar matahari (amitriptyline, ciprofloxacin, norfloxacin, trimetroprim, tetracycline, trioxalen). Selain itu dianjurkan untuk selalu menggunakan tabir surya dan pakaian yang melindungi selama tubuh terkena paparan sinar matahari.

So, sudah tahu sekarang tentang seledri, dengan segudang manfaatnya untuk kesehatan, ternyata ada beberapa efek samping yang perlu kita perhatikan juga.
Kembali pada cerita saia yang pertama berarti si ibu atau remaja yang tidak pake seledri ketika makan soto, sup ataupun bakso, ada kemungkinan masuk dalam kategori wanita hamil dan menyusui, atau juga kemungkinan memang sedang dalam pengobatan dokter. Hmm, kemungkinan yang lain mungkin karena memang tidak selera barangkali.

Wallahu a’lam. Mudah-mudahan bermanfaat.

sumbernya dari sini, sana juga disitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s