sabana..oh..sabana(1)


sedikit berbagi, begitu berarti…

Sebuah perjalanan menelusuri kegusaran dan kegundahan hati menyambangi sabana. 

sabana

illustrasi (frozen-vampiress.deviantart.com)

Petualangan ini dimulai ketika seorang kawan ngantor menawari pulang bareng, tak kusiakan kesempatan itu, dimana malam dibalut dengan dinginnya angin dan ditaburi gerimis-gerimis kecil. Sungguh menambah dramatis malam sehabis ngantor, menaiki sebuah ‘petir’ yang dikemudikan kawan ‘thor’ yang berkacamata sungguh malam yang gagah.

Sebelumnya kawanku menawari sebuah tiket perjalanan untuk menyambangi daerah ‘sabana’. Apa pula itu sabana (pikirku dalam hati). “Sabana tuh kaya ayam crispy gitu…” jelas kawanku. Tak kuhiraukan penjelasannya, yang penting makanan itu sudah cukup. Toh, rekomendasi dari kawanku tidak kuragukan lagi. Akhirnya kami berdua, meluncurlah melawan gerombolan gerimis-gerimis hujan, kawanku berbaju zirah dan menggunakan helm kebanggaan. Sedang aku, duduk manis dibelakang dengan jubah sambil mengamati deru jalanan yang tak ramah, sesekali mengucek rambutku yang basah oleh gerimis.

Konon, sabana tersebut berada didaerah dekat dengan bukit alfafa atau lembah indomarsen. Kita berdua dengan ‘petir’ ini, menyusur bukit alfafa terdekat dengan radius sekitar 500 meter. Sambil memperhatikan sekitar jalanan, takut-takut terlewati, kami berdua memasang mata awas demi sekeliling kami. Tapi, sekitar 15menit tak jua pun kami menemukan sabana itu.

sabana-night

illustrasi (my.opera.com)

Kemudian, kami memutar arah menuju utara, berharap kami menjumpainya disana. Sampai disana pun, kami tidak mendapati apa yang kami cari. Malam semakin menampakkan wajahnya yang hitam kelam, bersahut-sahutan cahaya bintang yang berpendaran. Kita berdua malam itu menyerah pada ketiadaan asa yang meliputi lara hati. Kawanku menawarkan alternatif, “bagaimana kalau sop kaki kambing pak kumis”, akupun mengangguk setuju.

Tibalah, di sop kaki kambing pak kumis, walau kuperhatikan ternyata pemiliknya sama sekali tidak berkumis. Kami memulai memilih beberapa jeroan daging kambing, untuk kemudian di potong-potong sama tukang ‘jagal’nya, setelah menunggu kurang dari 5 menit, pesanan pun datang. Terhampar sudah semangkuk sop kaki kambing, tak lama kawanku mengambil sebuah kuningan padat berbentuk seperti mentega, sekilas ku membaca di kaleng itu ‘samin’. Aku tanya sama kawanku, itu buat apa. “buat lebih gurih ajah..” jawab kawanku sekenanya. Tanpa pikir panjang, ku juga mengambil sesendok ‘samin’ tersebut dan mengaduk-aduknya dalam mangkuk sop ini hingga larut. Setelah itu, aku coba merasakan seperti apa sop kambing ini. Rada aneh rasanya, pedes-pedesnya gitu (ucapku dalam hati), dicampur dengan nasi panas yang ditaburi goreng bawang-merah, memang mantap kombinasinya. Tapi tetap saja ku rasa kurang sreg.

Tidak lama, kami dibawakan minuman teh tawar yang super panas. Waah, kupikir lidah ini bakal terbakar sejadi-jadinya. Seperti seorang pemadam kebakaran, yang sedang bergelut dengan api, mencari-cari sumber air untuk memadamkan api. Alih-alih memadamkan, tapi malah membuat api itu semakin besar. Beda dengan kawanku, dia tampak sungguh menikmati sajian malam itu.

Yaah, malam yang cukup membuat kami sedikit lelah. Perjalanan menuju sabana pun akhirnya kandas. Setelah selesai makan, kami berdua pulang dan berpisah ke istana masing-masing. Malam itu disudahi oleh hujan yang mengguyur sekitaran istana kami. Sabana masih menjadi misteri.

Never Give In and Never Give Up
~Hubert H. Humphrey~

Advertisements

3 thoughts on “sabana..oh..sabana(1)

  1. Pingback: sabana..oh..sabana(2) | sedikit berbagi

  2. Pingback: trip to glodok (bag.1) | sedikit berbagi

  3. Pingback: terluka parah | sedikit berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s