masuk angin dan kerokan


sedikit berbagi, begitu berarti…

Dengan sedikit memaksakan diri, saia akan berbagi tentang masuk angin dan kerokan.

Siapa yang tidak pernah masuk angin?saia sering.

Lalu, siapa yang suka kerokan kalau masuk angin?anggap saja saia.

masuk-angin

illustrasi (lapar.com)

Menurut disertasi doktor Didik Gunawan Tamtomo dari FK UNS yang membahas khusus sisi kedokteran dari kerokan, menjelaskan bahwa:

masuk angin sebenarnya bukan angin yang masuk ke tubuh, tetapi pembuluh darah di kulit menyempit. Penyempitan ini dapat disebabkan terpaparnya kulit pada udara atau angin dingin sehingga kulit bereaksi dengan mempersempit pembuluh darah. Jadi bukan angin yang masuk, tapi pembuluh darah kedinginan.

Penyebab lain yang umum dari penyempitan ini adalah kurang gerak. Dinding pembuluh darah menjadi kurang keluwesan. Dengan menyempitnya pembuluh darah, otot menjadi kekurangan pasokan oksigen sehingga mengalami nyeri otot (mialga) atau pegal-pegal. Mekanisme kekebalan tubuh juga menurun akibat penyempitan pembuluh darah kulit sehingga rentan serangan virus.

Sedangkan dalam istilah kedokteran, tidak mengenal masuk angin. Masuk angin itu sendiri merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri. Biasanya di masyarakat kalau masuk angin cara mengobatinya dengan kerokan, mereka tidak puas kalau tidak kerokan. Kerokan biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.
Fakta-fakta kerokan menurut beliau antara lain:

    1. Tidak merusak
      ”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.
      Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.
    2. Meningkatkan Endorphin
      Endorphin adalah sebuah hormon yang di hasilkan oleh tubuh manusia yang memberikan rangsangan kepada otak dengan sensasi kebahagaian, kenyamanan dan cinta. (sumber:edukasi.kompasiana.com)

Hasil penelitian biomolekuler oleh Prof. Didik tentang pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan menyimpulkan bahwa kadar endorphin orang-orang yang kerokan naik signifikan. Peningkatan endorphin ini membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar dan bersemangat.

cara-kerokan

illustrasi (health.kompas.com)

Beliau juga menyarankan bahwa kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.

Intinya, orang pintar juga pasti kerokan. Tapi, seperti halnya obat, tidak baik jika berlebihan. Mudah-mudahan bermanfaat.

sumbernya: disini dan disana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s