smile is not a crime


sedikit berbagi, begitu berarti…

senyum

illustrasi (homecare.griyakami.com)

“Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)

“…Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Senyum tanda mesra
Senyum tanda sayang
Senyumlah sedekah yang paling mudah
Senyum di waktu susah tanda ketabahan
Senyuman itu tanda keimanan
(lirik nasyid Raihan)

Itulah beberapa gambaran tentang senyum dan manfaatnya. Tapi, saia tidak akan menerangkan senyum seperti apa, tata cara dan beberapa manfaat lain dari senyum.

Justru saia hanya akan bercerita, cerita ini hanya fiktif, ngaco sekaligus ngawur dan benar-benar tidak nyambung menurut saia.  
Silakan di simak: 

  1. Ada seorang pemuda lajang yang sangat pemalu, tidak ganteng, tidak juga jelek, cukuplah buat seorang Gisella (sinden ovj)  untuk meliriknya. Pagi itu, dia berdiri dengan santai sambil menjaga sebuah mini-market milik pamannya, tiba-tiba seorang wanita cantik masuk dalam mini-market. Pemuda itu pun merasa bahagia bukan main, bukan karena dapet lotere ataupun ketiban durian. Tapi yang sekarang ada di mini  marketnya itu adalah seorang wanita cantik, kulit putih, rambut setengah bahu, dengan balutan jacket dan celana training yang tidak lain gebetannya.
    Lamunan sang pemuda pun buyar, ketika sang wanita berada tepat di depannya untuk membayar  minuman ringan dan coklatnya yang ia beli. Si pemuda tetap tak bergeming, tak percaya dengan keadaannya sekarang. Terjadilah percakapan diantara keduanya.
    W: “berapa mas..??” sapa wanita tersebut, sambil memberikan senyum manis pada pemuda itu.
    (pemuda itu masih tetap terdiam, rupanya ia masih belum beranjak sempurna dari lamunannya)
    P: “eehh., o8129098xxxx…kalo kamu?”
    (si wanita pun setengah bingung, tapi tetap tak menghiraukan si pemuda itu)
    W: “maksudnya berapa total yang harus saia bayar..??” sambil memberikan senyum itu kembali.
    (si pemuda itu tersadar, tersipu malu. Tapi tetap tak menjawab, lidahnya terasa kaku)
    (si wanita pun akhirnya jadi ill-feel sendiri, ia memutuskan tidak jadi beli
    langsung saja ia pergi keluar mini-market)
    (tapi, tiba-tiba…)
    P: “bentar mba, oia belanjaan gratis kok, gak apa-apa, biar saia aja yang bayar”.
    W: “haah..serius nih mas, baik banget..” (senyum itu terlihat kembali)
    (iman sang pemuda benar-benar  goyah, tapi blum roboh)
    P: “Iya, beneran gak apa-apa gratis koq.., cuma 20 rb ini”.
    W: “ohh..yasudah..makasih banyak ya mas..”
    (sambil berlalu keluar, ternyata ia dijemput oleh cowonya)
    P: “whaat…” (pemuda itu melihat wanita gebetannya digandeng oleh seorang cowo)
    P: “aduuh..buyuung..stupid i am,, kirain masih jomblo”
    (si pemuda tidak menyesal, sebagai gantinya ia telah menerima senyum terbaik dari sang wanita gebetannya tadi, setidaknya menurut dia).
  2. Ada kisah lain yang juga saia adopsi dari sebuah iklan tv. Seorang amoy, sedang berjalan keluar menuju sebuah parkiran mobil terbuka dengan terburu-buru.
    Tak disangka, mobil yang diparkir sebelumnya ternyata terjebak oleh 2 mobil besar. (maksudnya diapit oleh 2 mobil)
    Otomatis ia tidak bisa keluar, kalau salah satu mobil tidak keluar juga.
    Dia pun kebingungan, sampai akhirnya dia senyum pada beberapa orang yang ada disekitarnya. Senyum manis dengan gigi putih yang bersinar ditambah wajah yang teduh bersahabat ikut menambah percaya diri sang gadis. Orang-orang pun yang notabene kaum Adam, seakan-akan terhipnotis oleh kekuatan magis si amoy, kaum adam tersebut lalu berkumpul untuk mengangkat mobil si amoy bersama-sama keluar dari parkiran.
    Woow, bener saja.. mobil tersebut akhirnya keluar dari parkiran. Tanpa basa-basi, sang amoy pun akhirnya menghilang dari pandangan kaum adam yang ada
    di situ, setelah sebelumnya berterima kasih sambil memberikan senyumnya kembali. Barulah, kaum adam tersebut tiba-tiba merasakan pegal yang lumayan menjalar ke otot-ototnya setelah tersadar dari hipnotis senyuman.

Sebenarnya masih ada lagi  beberapa cerita seperti: ketika seorang anak kecil yang merengek pada ibunya untuk minta di belikan kembang api.

anak: “Ibu-ibu beliin kembang api doong buat ami, kan asiik tuh..” rajuk si anak dengan ekspresi biasa.
ibu: “Ndak boleh ami, tar kamu kena api lagi.” jawab sang ibu.
(si anak mengganti strategi untuk meluluhkan hati ibu)
anak: “Ibu…buu..” (sambil terisak-isak nangis). “beliin kembang apii..” (dengan ekspresi tangis yang dibuat-buat).
ibu : “ami..” sambil memeluk anaknya. “ndak boleh yaah..lebih baik kamu maen yang lain aja.”
anak: “duuh..hampir sedikit lagi” ucapnya dalam hati.
anak: “oia..ibuu..cantik deeh..sambil senyum pada ibunya..beliin yaa..yaa..ya..”
(terus-terusan bilang yaa sambil senyum gaya innocence)
(si ibu pun akhirnya luluh oleh senyuman anaknya yang tulus)

So, is it smile a crime??

senyum-bayi

illustrasi (tsefull.blogdetik.com)

Cerita-cerita diatas bersifat fiktif, sekedar melepas imaji yang sempat terpendam dalam sumur khalayan saia sendiri. Anda dapat menyimpulkan bahwa senyum itu seperti dua bilah mata pisau. Intinya yang saia maksud yaitu arti dan manfaat senyum secara tersirat.

Coba kita tengok cerita yang pertama, kalau misalkan wanita yang sudah cantik tadi bersikap ketus-jutek, mahal banget untuk senyum.
Apa si pemuda akan respon?

Pada cerita yang kedua, kalau saja amoy  itu gak rajin menjaga kebersihan giginya dengan pasta gigi openup (iklan kalii)  dan gengsi untuk  meminta tolong sama orang lain. Apa ada yang akan menolongnya dan bersikap suka rela?
Cerita yang terakhir, si anak yang tak kenal kata menyerah, dan akhirnya mendapatkan keinginan dengan cara yang mudah, yaitu senyum.

Its so simple if we want anything, you’re just have to smile.

Smiles can be absolutely a crime, depends on how we are positioning themselves.

Mudah-mudahan bermanfaat.

sumber haditsnya dari sini.

Advertisements

One thought on “smile is not a crime

  1. Pingback: pentingnya musyawarah « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s