Jangan berada dibelakang bis atau truk


sedikit berbagi, begitu berarti…

Anda seorang pengendara motor..??
Okeh, saia anggap saja seperti itu. Bagi pengendara motor, tentu saja bergumul dan bercengkrama dengan pekatnya asap-asap sekaligus polusi kendaraan, sudah menjadi rutinitas yang tidak mengherankan.
Di akui atau tidak, pertumbuhan kendaraan di Indonesia yang begitu derasnya tidak di imbangi dengan meluasnya jalan raya serta pertambahan infrastruktur lain yang mendukung. Baiklah, kita kembali pada mengepulnya asap polusi kendaraan terutama bagi pengendara motor yang sudah pasti kita rasakan dan alami. Banyak suka-dukanya mulai dari mempergunakan masker, kain, slayer atau kadang-kadang dengan tangan kosong sampai tahan napas pun dilakukan, pokoknya apa saja untuk mengurangi masuknya polusi tersebut masuk dalam tubuh.

asap kendaraan

illustrasi (tribunnews.com)

Bagi pengendara motor, berada di belakang bis/truk ataupun mobil-mobil besar, merupakan salah satu hambatan dan masalah (setidaknya menurut saia). Mengapa??ada beberapa alasan yang mungkin sudah paham semua, antara lain:

  1. Kesehatan.
    karena berada dibelakang bis/truk tersebut otomatis kita langsung menghirup ‘saripati’ yang dikeluarkan. Mending saripati tumbuhan, daripada saripati Karbon Monoksida (CO), Timbal (Pb), Nitric Oxide (NO) dan Ozon (O3) yang notabene sangat-sangat merugikan bagi kesehatan.
  2. Waktu.
    ketika kita terburu-buru, hendak mengejar waktu. Di depan kita, ada sebuah bis ‘preman’…
    sekuat hati pasti kita akan berusaha melewatinya, betul? tapi, perlu diperhatikan yang namanya ‘preman’ tidak akan membiarkan kita lolos begitu saja, jadi walaupun insting anda sebagai rider handal yang sering bypass saat razia polisi, lebih baik anda mengalah saja untuk sedikit bersabar, setidaknya  tidak berada tepat di ‘pantat’ bis/truk tersebut. Sambil menunggu waktu yang tepat, anda bisa langsung menyalip dan say ‘bye-bye’ pada supirnya.
  3. Keselamatan.
    inilah yang utama menurut saia, berada tepat di belakang bis/ truk tidak menguntungkan. 
    Bisa saja, bis atau truk berhenti/nge’rem tiba-tiba dan pada saat yang bersamaan kita sedang tidak fokus-fokusnya, dapat dibayangkan apa yang terjadi.

Sebenarnya mungkin masih banyak lagi, alasan kenapa berada tepat bis/truk tersebut merupakan masalah bagi pengendara motor. Jadi, apakah ada solusinya?? tentu saja, solusinya sabar, sabar dan sabar. Sabar bukan berarti berdiam diri, boleh jadi kita buru-buru mengejar waktu, tapi lebih kita prioritasnya keselamatan diri kita sendiri.

Sekedar informasi, sesuai yang saia kutip dari detik-health bahwa ternyata dalam sebuah penelitian terbaru di Massachusetts Institute of Technology. Menurut penelitian yang dimuat di jurnal Environmental Science and Technology ini, kematian akibat polusi udara 2 kali lebih banyak daripada korban kecelakaan. Tentu saja dampaknya tidak langsung muncul seketika. Tapi, angka ini sangat kontras bila dibandingkan dengan data kematian akibat kasus kecelakaan lalu lintas di eropa sepanjang tahun 2010. Data yang dirilis oleh otoritas terkait mengatakan, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada periode tersebut hanya 1.850 kasus.

Di sumber lain green-kompasiana juga mengungkapkan bahwa polusi udara dapat menyebabkan stress,  hal ini karena ‘saripati’ seperti karbon monoksida yang daya ikat terhadap hemoglobin tinggi, menyebabkan kadar oksigen jadi minim, so..banyak yang sesak napas dan pusing-pusing. Akibatnya ketika macet, banyak yang ‘bermain’ dengan klakson dan cacian pun tak bisa di hindarkan, cuaca yang panas menyengat membuat hati semakin mendidih, ditambah pula harus buru-buru sampai tujuan, yang paling parah anda berada di belakang bis/truk yang tiap detik mengeluarkan asap dan secara cuma-cuma kita hirup, sangat tragis memang..tapi itulah kehidupan di jalan raya.

Sekali lagi, untuk ‘mengurangi’nya anda bisa pakai masker kesehatan, ataupun masker gaya dengan berbagai bentuk dan warna yang bebas dijual dipinggir-pinggir jalan raya, anda tidak punya masker..??pakailah kain atau apa saja setidaknya asap yang anda hisap cuma sedikit, nahan napas juga boleh.

So, pesan saia buat pengendara motor lain, tetap fokus, hati-hati dan sabar. Ingat, keluarga anda menanti dirumah.

Advertisements

2 thoughts on “Jangan berada dibelakang bis atau truk

  1. Pingback: trip to glodok (bag.1) | sedikit berbagi

  2. Pingback: malam minggu yang indah « senitea's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s